Showing posts with label who-knows. Show all posts
Showing posts with label who-knows. Show all posts

March 02, 2013

Series Guide#TOEFL iBT Reading (1)

Hai Yang lagi sibuk persiapkan TOEFL, bagaiman persiapan kamu sejauh ini? sudah mantap? nilai TOEFLnya sudah mencapai angka minimal gak tuk daftar beasiswa? semoga terus meningkat ya..Keep Persevering ya...

Baik...Sekarang Dr. English dari Lembaga Kursus Plus Institute akan menuliskan beberapa hal berkaitan dengan TOEFL iBT, khususnya untuk bagian Reading. anyway, udah tau kan iBT stands for Internet Based Test atau tes TOEFL yang menggunakan media internet.
  1. Untuk TOEFL iBT, ada 10 model pertanyaan yang terdapat pada bagian reading.
    Masing-masing model akan doctor paparkan pada postingan selanjutnya..sabar ya!!!
  2. Pada umumnya bacaan-bacaan atau excerpts atau passage yang disajikan pada tes reading itu berasal dari buku-buku tek yang berhubungan dengan dunia akademik. jadi bukan bacaan di koran, majalah, atau publikasi-publikasi harian yang jauh dari nuansa akademis ya.
  3. Meskipun demikian, kita tidak perlu khawati kalau kita tidak familiar dengan topik-topik yang muncul di dalam tes reading, karena pada umumnya semua informasi yang kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ada di dalam teks. 
  4. Model passage excerpts yang ada pada bagian reading dapat di kelompokkan kedalam tiga model yaitu;
    [1] Teks yang berbentuk eksposisi
    [2] Teks yang berbentuk Argumentasi
    [3] Teks yang berbentuk Hestoris
    Penjelasan untuk masing-masing bentuk di atas, akan Doctor English Jelaskan pada posting selanjutnya ya...Sabar Bos.....
  5. Yang perlu test-takers ingat adalah...penyajian teks di bagian Reading biasanya menggunakan pendekatan yang berbeda (more than perspective or point of view).
  6. Pernah dengar <<<<< Classification | Comparison/Contrast | Cause/Effect | Problem/Solution >>>>>???
    Nah, passage excerpt yang muncul di dalam reading pada umumnya mengikuti pola-pola tersebut.
    Ada teks yang sifatnya mengklasifikasikan atau menggelompokkan tentang sesuatu.
    Ada teks yang sifatnya membandingkan (compare) dan membedakan (contrast).
    Ada teks yang sifatnya Sebab (Cause) dan Akibar (Effect). dan
    Ada juga teks yang sifatnya Masalah (Problem), kemudian ada jalan keluarnya (Solution).
  7. Terakhir untuk seri pertama ini yang perlu test-takers ketahui yaitu panjang teks. Pada umumnya bacaan-bacaan yang disajikan berjumlah sekitar 700 kata per teks. Meskipun demikian, terkadang kurang dari 700 atau sebaliknya lebih dari 700 kata. 

    Itu dulu untuk episode pertama, tunggu guide selanjutnya tentang Jenis dan Jumlah pertanyaan pada setiap jenis-jenis teks.
    Semoga bermanfaat ya!!!

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    Informasi di atas diambil dari berbagai sumber, terutama dari Buku TOEFL IBT edisi ketiga yang dipublikasi oleh ETS.

January 22, 2013

Scholarship # Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Besiswa Penuh

Bagi yang lulus SMU/K Tahun ini, bersama ini kami sampaikan Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Besiswa Penuh, yaitu:
Photo from imtelkom.ac.id
1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

6. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

7. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanpolri.go.id

8. Badan Meteorologi Nasional (BMG), Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id

9. Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id

10. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id

11. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta

13. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id

14. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id.

15. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id

16. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp-bandung.ac.id

17. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id

18. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.

19. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id

20. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id

21. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id

22. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.com.

23. Sekolah Tingi Kesejahtraan Sosial Jawa Barat, Jalan H Juanda 367, Bandung, website www.stks.ac.id

24. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online di www.stis.ac.id . Lokasi kuliah Jakarta

25. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

26. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

27. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor

Sumber:
Informasi Beasiswa S1 S2 S3 Dalam Negeri dan Luar Negeri ·

January 20, 2013

# Scholarship: Beasiswa PRESTASI 2013

USAID dan IIEF kembali membuka kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk belajar ke Amerika melalui beasiswa PRESTASI (Program to Extend Scholarships and Training to Achieve Sustainable Impacts).
Photo dari blog.dilipoakacademy.com

Syarat Umum (General Requirements) Mendaftar beasiswa PRESTASI adalah:
  • Indonesian citizen
  • U.S. government employee/USAID contractor staff or employee where salary is directly paid by U.S. government is ineligible to apply
  • Available for a minimum of 10 (ten) years of employment prior to retirement upon completion of study
  • Evidence of English ability in the form of either ITP TOEFL® score of 450 or IBT TOEFL® score of 45 or IELTS™ score of 5.0
  • Hold a bachelor degree or equal, with minimum GPA of 2.75 (scale 4.0)
  • Have a strong commitment to return Indonesia upon graduation
  • Currently not receiving scholarship from other institution
  • No prior master degree
  • Minimum two (2) years working experience in the same field with the proposed of study
Adapun Dokumen (Required Documents) yang perlu dipersiapkan yaitu:
  • Completed and signed application form
  • Certified undergraduate certificate and academic transcripts
  • Recent photograph (4x6, B/W or color)
  • Recent curriculum vitae (in English)
  • Copy of valid national ID Card (KTP or Passport)
  • Valid TOEFL® ITP or TOEFL® IBT or IELTS™ scores result
  • Original Reference Letters, in sealed envelopes (3 Letters)
  • Letter of Approval from Personnel Office of Applicant's working institution
Sedangkan Jurusan-Jurusan (Field of Study) yang ditawarkan yaitu:
  • Education:
  • Health
  • Environment
  • Economic Growth
  • Democratic and Governance
Untuk Informasi lebih lanjut dan Formulirnya dapat anda unduh di SINI

SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL!!!AMIN

January 02, 2013

Repost # Berburu Beasiswa Harvard University

Harvard University adalah salah satu institusi pendidikan dan penelitian terkemuka di dunia. Didirikan pada 1636, Harvard adalah institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat yang menerima pelajar dari seluruh dunia.

John Harvard Statue

Harvard telah menjadi tujuan studi para pelajar internasional dengan kesempatan untuk berpartisipasi pada lingkup aktivitas yang begitu luas. Harvard University membaktikan dirinya dalam pengajaran dan pembelajaran serta riset dan pengembangan jiwa kepemimpinan di berbagai disiplin ilmu untuk membuat perubahan di dunia.

Kampus Ivy League ini menawarkan beragam kelompok bidang studi. Berbagai program studi yang ditawarkan Harvard di antaranya Bisnis, Ilmu Sains dan Seni, Desain, Ilmu Pendidikan, Ilmu Hukum, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Teknik dan Teknik Terapan, serta Kesehatan Publik.

Para mahasiswa Harvard berasal dari berbagai latar belakang demografi, ekonomi, dan budaya. Bidang-bidang studi yang ditawarkan Harvard tersebut dapat diambil para mahasiswa untuk jenjang sarjana hingga pascasarjana. Harvard College, misalnya, menawarkan pendidikan jenjang sarjana, master, doktoral, dan kuliah musim panas. Semua level pendidikan ini ditawarkan bagi para mahasiswa  asli AS maupun pelajar internasional.

Tidak hanya menawarkan varian program studi yang cukup luas, Harvard juga mempunyai beragam program beasiswa yang secara spesifik dirancang untuk kebutuhan tiap mahasiswanya. Seperti dilansir Scholarship Posotions, Selasa (18/12/2012), program-program beasiswa tersebut dapat dilamar tidak hanya oleh mahasiswa AS tetapi juga para pelajar internasional. Pihak kampus pun mendorong para mahasiswanya untuk mencari tahu beragam bantuan finansial yang bisa mereka dapatkan di masing-masing fakultas.

Program-program beasiswa yang ditawarkan di Harvard adalah:

- Dean’s and Kennedy Fellowships
- Presidential Scholarships and Public Service Fellowships
- Yellow Ribbon Program
- Harvard Kennedy School Fellowships and Scholarships
- Abu Dhabi Leadership Graduate Public Service Fellowship
- Aida Kayali International Public Service Fellowship
- African Student Scholarship
- Albert Carnesale Fellowship
- Amanter Graduate Fellowship
- Ancora Foundation Graduate Fellowship
- Andronico Luksic Craig Fellowship (untuk mahasiswa Chile)
- Annette Kade Fellowship
- Bashir Al-Haffar Public Service Fellowship
- David M. Rubenstein Fellowship
- Derwin Pereira Graduate Fellowship
- DS Foundation Public Service Fellowship
- Edith M. Stokey Fellowship
- Empedocle Maffia Fellowship
- Ferenc A. Vali Memorial Scholarship
- Gundle South African Public Service Fellowship
- Henry Hubschman Fellowship
- John and Marilyn Keane Graduate Fellowship
- John Kenneth Galbraith Fellowship
- Kistefos Public Service Fellowship
- Lamont Graduate Fellowship
- Latifa Kosta Graduate Fellowship
- Mark Schwartz Graduate Fellowship
- Mary and David Boies Fellowship
- Minnie Osmena Scholarship Scholarship
- Mona Hammami Graduate Fellowship
- Palestine Monetary Authority Graduate Public Service Fellowship
- Pforzheimer Foundation Nonprofit Fellowship
- Princess Banderi Al-Faisal Fellowship
- Rausing Public Service Fellowship for Barbados
- Robert Woods Memorial Scholarship
- Schlosstein-Hartley Graduate Fellowship
- Scott and Isabelle Black Fellowship
- Sheikh Abdulaziz A. Al-Tuwaijiri Public Service Fellowship
- Sheikh Suhaim bin Hamad Al Thani Fellowship
- Tamer Fellowship
- Thomas Barry Fellowship
- Thomas J. Healey Fellowship
- HKS Research Center Funding Resources Belfer IGA (BIGA) Student Fellowships
- Belfer Center for Science & International Affairs – Roy Family Fellowship
- Carr Center Human Rights Scholarship
- Center for Public Leadership — George Fellowship
- Center for Public Leadership — The Gleitsman Leadership Fellowship
- Hauser Center for Nonprofit Organizations — Fellowships
- Institute of Politics Alumni Scholarship
- Mossavar-Rahmani Center for Business and Government Fellowships
- Program for Criminal Justice Policy and Management Fellowship
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – Fellowship in Democracy
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – HKS Indonesia Program Fellowship
- Shorenstein Center Scholarship in Media and Politics
- Taubman Center Fellowship
- Harvard Kennedy School Affiliated Fellowships
- Andronico Luksic Abaroa Fellowship (untuk mahasiswa Kroasia)
- Harvard South Africa Fellowship Program
- IIPP Fellowship
- McCloy German Scholars Program


Sumber: Okezone Kampus.com

December 16, 2012

#Scholarship: Australia-Indonesia Young Muslim Leaders Exchange Program (MEP)

 THE MOST WANTED SCHOLARSHIP IS COMING BACK!!!
Photo di Opera House Sydney, June 2012. MEP 2012.

The Australia – Indonesia Young Muslim Leaders Exchange Program (MEP) began in 2002 with the aim of building links between Muslim communities in both countries and promoting greater understanding and recognition of religion and its role in each society.

Funded by the Australian Government and run through the Australia-Indonesia Institute (AII), it was decided in 2005 to establish this program as one of the AII’s flagship programs. So far, 42 Australians and 112 Indonesians have participated in the program.
The program involves visits of several weeks duration to Australia by groups of young Indonesian Muslim community leaders (such as writers, bureaucrats, academics and workers in non-governmental organisations and religious bodies), and visits to Indonesia by their Australian counterparts. The focus is on building a greater understanding for Australians of the nature of mainstream Islam in Indonesia and, for Indonesians, a greater awareness of Australia’s multicultural society.
Candidates are interviewed and selected by an independent selection panel based on their extensive networks and capacity to act as ambassadors and participate in interfaith dialogue.
Requirements for Indonesian participants:
  1. Applicants (male/female) must be under 40 years of age.
  2. Demonstrated fluency in English through TOEFL (international or institutional standard) with minimum score of 450.
  3. Completion of the Application Form (available on both Paramadina University www.paramadina.ac.id / and Australian Embassy’s websites www.indonesia.embassy.gov.au)
Applications must be lodged by Thursday 17 January 2013 at 16:00 WIB. Applications can be posted to Paramadina University, Jl. Gatot Subroto Kav.97, Mampang, Jakarta Selatan 12790 or emailed to panitiamep2013@paramadina.ac.id.
Further information will be available on the AII Website: www.dfat.gov.au/aii.

***
Kalau Anda Mau baca-baca Pengalaman Saya mengikuti Program MEP tahun 2012, silakan anda dalam CERITA AUSTRALIA !!!
***
Download application form (click here)

December 14, 2012

#Scholarship: Yale Young Global Scholars

Yale University is accepting applications for the Yale Young Global Scholars Program for Outstanding High School Students. The summer program is open to rising high school juniors and seniors from across the United States and around the world, who will live and study at Yale for two weeks in the summer of 2013.
The Yale Young Global Scholars Program for Outstanding High School Students
is open to rising juniors and seniors from across the United States and around the world.
Pictured are last year's participants.

The Yale Young Global Scholars program features intensive interaction with renowned Yale faculty in the fields of history, political science, law, economics, and international affairs. Unusual among summer programs, need-based financial aid is available to both American and international students. Yale Young Global Scholars builds on the successful Ivy Scholars summer program that Yale has offered for the last 12 years.
“Yale educates global leaders in our undergraduate, graduate, and professional schools,” said University Vice President Linda Lorimer, who oversees Yale’s Office of International Affairs, which administers the program. “Now, with the Yale Young Global Scholars Program, we are extending leadership training to outstanding high school students. This is a wonderful opportunity for talented young people from around the world to develop their abilities to think critically, speak powerfully, and write persuasively about some of the most important issues of our time.”
Students may apply to either one or both of the two-week summer sessions offered: “Studies in Grand Strategy,” which focuses on strategic lessons from history and their application to contemporary international affairs; and “Politics, Law, and Economics,” which focuses on great ideas and thinkers in the American intellectual tradition. Both sessions feature lectures and seminars by renowned Yale faulty and accomplished practitioners in their respective fields. Lecturers have included Yale professors Akhil Reed Amar, John Lewis Gaddis, Paul Kennedy, Anthony Kronman, William Nordhaus, Ian Shapiro, and Steven Smith, among many others.
Students live together in Yale’s residential colleges, eat at Yale’s dining halls, and take advantage of Yale’s library and online resources, all of which combine to give students a comprehensive introduction to life at Yale. Because the student-to-faculty ratio is only 6:1, students will enjoy an extraordinary level of attention, note the organizers.
To cement the classroom learning, the Yale Young Global Scholars program also features several interactive activities. For example, students in the “Studies in Grand Strategy” program can participate in an international crisis and negotiation exercise, or research and present a team policy proposal to a group of faculty members simulating the United Nations Security Council. In the “Politics, Law, and Economics” program, students might write and present a political campaign speech, publicly defend a legal opinion, or engage in a Constitutional Convention deliberation.
“We are looking for the best and brightest high school students, from every country, who relish the idea of working together to better understand 21st-century global challenges,” said program director Ted Wittenstein. “If this is you, we encourage you to apply, even if you need financial assistance in order to participate.”

For further information and application details, visit the program website at http://globalscholars.yale.edu.

December 08, 2012

Repost #Penduduk Aceh Capai 5 Juta

BANDA ACEH - Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) dan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diterbitkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Aceh telah mencapai 5.015.234 orang.

“DAK2 itu diserahkan hari ini kepada Ketua KIP Aceh sebagai bahan bagi KIP Aceh dalam menyusun daerah pemilihan DPRA dan DPRK serta sebagai bahan untuk menyusun daftar pemilih sementara,” kata Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah kepada wartawan seusai acara penyerahan dokumen tersebut kepada Ketua KIP Aceh, Drs Abdul Salam Poroh di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur, Kamis (6/12).
photo from blog.kevinthom.com

Didampingi Kadis Registrasi Penduduk Aceh, Ismarisiska, dan Staf Gubernur Bidang Pemerintahan, Drs HM Ali Basyah MSi, Gubernur Zaini Abdullah menjelaskan, DAK2 dan DP 4 yang diserahkan kepada Ketua KIP Aceh itu bersumber dari pangkalan data (database) kependudukan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) yang diintegrasikan dengan data hasil perekaman e-KTP.

DAK2 itu, kata Gubernur Zaini, harus diserahkan oleh pemerintah daerah kepada ketua KIP provinsi dan kabupaten/kota secara serentak pada 6 Desember 2012 dalam bentuk CD dan DVD. Sedangkan untuk DP4-nya diserahkah pada 7 Februari 2013.

Penyerahan DAK2 itu, kata Gubernur Zaii, memberikan arti bahwa tahapan pelaksanaan pemilihan anggota legislatif untuk periode 2014-2019, telah dimulai.

KIP selaku penyelenggara pemilihan anggota legislatif harus menindaklanjuti tahapan pemilihan anggota legislatif tersebut sesuai tahapan yang telah dijadwalkan oleh Mendagri dan KPU Pusat.

Harapan Pemerintah Aceh setelah DAK2 ini diserahkan kepada KIP, kata Zaini, adalah KIP segera menyusun program dan jadwal kerjanya untuk pelaksanaan pendataran pemilih sementara. “Jangan ada, penduduk Aceh yang sudah layak memilih tidak terdaftar dalam daftar pemilih sementara. Sebaliknya, jangan ada yang terdaftar ganda. KIP harus bekerja saksama, sehingga tidak merugikan masyarakat,” kata Gubernur Zaini Abdullah.

Ketua KIP Aceh, Drs Abdul Salam Poroh mengatakan, setelah pihaknya menerima DAK2 dari Pemerintah Aceh, langkah berikutnya adalah menyusun program dan jadwal pembuatan daftar pemilih sementara. DAK2 yang diserahkan gubernur kepadanya, akan diteruskan kepada KIP kabupaten/kota untuk menyusun program dan jadwal pendaftaran pemilih sementara.

Menurut jadwal sementara, pemilihan anggota legislatif akan dilaksanakan 9 April 2014. Tapi, tahapan pelaksanaan pendaftaran pemilihnya harus sudah dimulai dari sekarang, agar pada pelaksanaannya nanti, semua penduduk yang telah berhak memilih, yaitu telah berumur 17 tahun atau sudah menikah, semua terdaftar dalam daftar pemilih sementara maupun pemilih tetap.

Menurut Salam Poroh, jumlah penduduk Aceh telah mencapai 5.015.234 orang. Penduduk terbanyak, masih didominasi Aceh Utara, mencapai 558.295 orang, kedua Pidie 422.564 orang, dan ketiga Aceh Timur 403.417 orang.

Sedangkan penduduk yang paling sedikit adalah Kota Sabang (35.982 orang), kedua Subulussalam 75.959 orang, dan ketiga Aceh Jaya, 83.211 orang. Adapun Banda Aceh, sebagai ibu kota provinsi, jumlah penduduknya baru 255.243 orang, lebih rendah dari tetangganya Aceh Besar yang mencapai 375.494 orang. (her)

Sumber: Serambi Indonesia

November 27, 2012

#Scholarship: Program Teacher Training

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2013 akan dibuka pada 19 November 2012 dan ditutup pada 25 Januari 2013 . 

Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2013.
Syarat-syarat :
  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2013. Semua bidang ditawarkan kecuali, PKN, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan.
  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2013.
  4. Sehat jasmani dan rohani (bagi pelamar wanita tidak diperbolehkan dalam kondisi hamil)
  5. Bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang.

Fasilitas yang didapat :
  1. Tanpa ikatan Dinas.
  2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang.
  3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
  4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 150.000 per bulan(ada kemungkinan mengalami perubahan).
  5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

Cara Pelamaran :
  1. Pendaftaran dibuka pada 19 November 2012 dan ditutup pada 25 Januari 2013.
  2. Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swasta dapat langsung menyerahkan/mengirimkan formulir yang telah diisi ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.
  3. Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri tetap harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Departemen Pendidikan Nasional.
Dokumen yang diperlukan (dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima):
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)
  1. Formulir.
  2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
  3. Fotokopi Ijasah dan transkrip nilai.
  4. Surat keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa ini, Disertai keterangan masa mengajar (dari tanggal berapa hingga tanggal berapa), dan dicap oleh sekolah. Jika masa mengajar yang lebih dari 5 tahun terpisah dalam beberapa sekolah, lampirkan juga surat keterangan masa mengajar dari sekolah sebelumnya (beserta cap dari sekolah tersebut).
  5. Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah mengenai pribadi pelamar.

  6. * Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.(Ukuran kertas A4)

Tahap Penyeleksian :
  1. Seleksi Berkas. Pengumuman hasil seleksi berkas akan ditampilkan di website Kedutaan Besar Jepang pada tanggal 11 Februari 2013.
  2. Ujian tertulis bahasa Inggris (khusus untuk guru bahasa Jepang: ujian bahasa Jepang) pada tanggal 18 Februari 2013.
  3. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
  4. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
  5. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.


Catatan :
  1. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sini

  2. Formulir pendaftaran yang telah diisi beserta dokumen pelengkap dikirimkan ke
    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M. H. Thamrin 24
    Jakarta 10350
    Dan selambat-lambatnya harus tiba tanggal 25 Januari 2013. Mohon Tuliskan kode “Teacher Training 2013” pada amplop formulir.

  3. Jika ada pertanyaan, bisa disampaikan melalui email ke beasiswa@dj.mofa.go.jp, atau Telepon 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176

INFORMASI LEBIH LANJUT, SILAKAN CLICK DISINI

September 27, 2012

#Competition : We Give, We Exist

Bob, Me, and Sonia are going to sightseeing around Kentucky. May 2010 in USA.
Humble, simple, noble, respectful, helpful are only little words could describe my homestay-parent. It was just 2 days, yet it totally impressed me years. What’s more, two days with them, I felt as excited as at my own home with my own parent. Wow...imaging the moment, I wish to return to state soon.
It was 2 years since my first visit to United State of America (USA). I granted a competitive scholarship from the Institute of International Education (IIE) in collaboration with the Indonesian International Education Foundation (IIEF). The program was funded by US Department of State. The program aimed to prepare a chance to participants to gain English skill for academic purpose at a prestigious university in USA for 8 weeks. Among 800 applicants, 21 of 61 selected undergraduate students all over archipelagoes were placed at Ohio University, USA.
We were very lucky to visit Ohio in spring which gave us an opportunity to spend a weekend through homestay program. I and a friend of mine were deployed at a lansia’s house (far advanced in life). Bob Derge, my father, was about 67, and Sonia, my mother, was about 59 years old in 2010. They based in Kentucky State in which neighbourhood of Ohio. Nevertheless my homestay-parent was too old to host the international students, but they were totally friendly and helpful. The ways they served us was completely opened my mind and taught me many lessons in term of attitude, culture, and religion.

My first lesson-learn was about attitude. The way Bob’s family served us was no word to explain. They were absolutely friendly, helpful, respectful, and humble. At first we stepped on their house, they welcomed us with a cup of tea prior to show us where to sleep. Then, they guided us to around the big-house. They showed where to cook, to take bath, to sleep, to wash, to play, and to browse. Each room we saw, they friendly informed us the functions of each room, sometime they inserted with the history of the house. No matter it was necessary or useless; they kept telling us every single space and thing both inside and outside the house.

Me, Bob, and Sonia inside the house. May 2010 in Kentucky, USA.
At night, they prepared us a thick blanket, because they understood about the different weather between Indonesian and state. In the morning, they heated the water for us to make a cup of tea or coffee. Before cooking, Sonia asked us what kind of American food we want to taste. In addition, as part of treatment, with complete information in printed-papers, they gave us the full rights to decide which tourist destinations we want to visit. Wow...it was the most unforgettable moment in my life.

Regarding to culture value, I learnt about the real self-independence within my homestay. Bob has two boys who married already and lived quite far from him. Bob is currently living with his wife, Sonia plus his “eternal kid”, Bob and Sonia considered the dog as the eternal kid, because unlike their own sons, it won’t be married or marries and able to accompanied them for long-life ever.

Despite Bob’s only lives with his wife, and they were both retired already due to their old age, they didn’t act as the spoilt children. They didn’t rely their needs on their sons. They didn’t pay any maid to serve them. Sonia cooked together with Bob to prepare for breakfast, lunch, and dinner. They scheduled themselves to water the flowers in the front yard. Sonia has not any driver to take her to and at market. They did all thing together alone without any help from maid or home-servant.

What’s a contrast culture performed in Indonesia in many ways by many of us. A businessman has different driver for her wife, kids, and his own needs. An actress has a special maid to cook, a maid to wash, a servant to look after the kids, and any other maids depend on needs. A government also shows the same terrible culture, he/she has a single assistant for driver, a single assistant in the office, and a single assistant at home. Oh my god, how poor we are in term of independence and maturity.

In relation with religion value, a weekend homestay taught me how beautiful and peaceful the religion in America is. Bob and Sonia are Christians, but they served us totally no discrimination at all. Bob read our background information already prior to host us; he prepared us the prayer mats to do five-time prayers. Sonia made sure us to cook halal foods. Furthermore, they also kept away their big-black-dog from us, because they knew that Muslim is forbidden to be in touched with the dog. In short, for religion reason, there was nothing to worry to worship as my own belief. In fact, the real tolerance was performed by Bob’s family. Now I know what the real tolerance means for me is.

Before I said good-bye to Bob’s family, I gave them a couple of gifts which I brought from Indonesia. To be honest, giving gift is a good thing from Indonesia when we go abroad. Finally, on the way to meeting point, I pretended to be brave to ask Bob and Sonia a question stucked in my heart since first day of homestay program, “Are you paid for this homestay?”.  With big smile, Sonia answered, “That is the common question asked by every international students we host, and to be honest we are paid for nothing for homestay; on the contrary, we paid some fees to join with voluntary organization”. Surprisingly, I asked her again “Why?”, with his own style, Bob said “We fell happy when we can give something for someone”, then Sonia ended up the conversation “We give, We exist”.

Me and Sonia inside the house, Kentucky May 2010.


September 20, 2012

#Repost_ Warga Lingkungan Demo PT Arun


LHOKSEUMAWE - Seratusan warga dari 13 desa di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (18/9), mendemo PT Arun. Mereka menuntut PT Arun memprioritaskan tenaga kerja dari desa binaan perusahaan itu

saat dibukanya lowongan kerja seperti baru-baru ini. Menurut warga, mayoritas tenaga kerja yang diterima dalam seleksi itu berasal dari luar desa binaan.
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Warga dari beberapa desa dalam kecamatan Muara Satu Lhokseumawe
melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik PT Arun, Selasa (18/9).
Amatan Serambi, warga sekitar pukul 08.00 WIB kemarin sudah berkumpul di depan PT Arun. Mereka membawa poster yang isinya antara lain, “Bek racon yang kamoe hirup, tapi kerja kamoe perle...!,” “PT Arun jangan merampok hak pekerja desa lingkungan,”  dan “Desa binaan PT Arun bek jeut ke raket bak pisang.” Aksi itu dikawal puluhan personil Polres Lhokseumawe.

“Dari sekitar 400-an tenaga kerja yang diterima, hanya sekitar 20 persen saja tenaga kerja lokal. Selebihnya dari luar desa binaan arun. Karena itu, warga hari ini (kemarin-red), berdemo supaya PT Arun menambah tenaga kerja dari lokal minimal enam orang dari tiap desa,” kata Muhammad MY, seorang orator.

Sebelumnya, menurut Muhammad, pihaknya sudah menyurati Vice President Director PT Arun meminta penambahan tenaga kerja di lingkungan PT Arun, tapi sampai sekarang belum dibalas. “Kemarin kami juga sudah beraudiensi dengan PT Arun, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” katanya.

Tak lama kemudian, Camat Muara Satu, Anwar yang datang ke lokasi meminta warga membubarkan diri. Karena muspika akan memfasilitasi warga dengan pihak PT Arun untuk bermusyawarah. Tak lama kemudian, perwakilan warga bermusyawarah dan sebagian lainnya membubarkan diri dengan tertib.(c37)

Sudah Ada Kesepahaman

PERTEMUAN tadi (kemarin-red) warga dengan PT Arun difasilitasi oleh muspika juga dihadiri anggota DPRK Lhokseumawe. Dalam pertemuan itu sudah dicapai kesepahaman terkait tuntutan warga. Namun, yang perlu diketahui, kita juga telah merekrut tenaga kerja lokal dari 13 desa yang mencapai 116 orang tanpa tes. Kontraktor juga telah merekrut tenaga kerja lokal. Jadi, tak benar kita tak utamakan tenaga kerja lokal. Memang dari luar juga ada yang kita rekrut, tapi itu memang tenaga ahli yang tak ada di lokal.
* Hasballah Said, Kepala Humas PT Arun.
(c37)

Sumber: Harian Serambi Indonesia Edisi Rabu 19 September 2012.

September 12, 2012

[Scholarship] BEASISWA S1 BCA FINANCE untuk PTN dan PTS Indonesia


DENGAN TEKAD KUAT UNTUK TURUT MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, BCA FINANCE KEMBALI MEMBERIKAN BEASISWA SELAMA KULIAH KEPADA 50 MAHASISWA/I BERPRESTASI*.
TOTAL BEASISWA 2012 Rp. 900.000.000,-

TOTAL TAHUN 2011         : Rp. 567.000.000,-
TOTAL TAHUN 2010         : Rp. 420.000.000,-
TOTAL TAHUN 2009         : Rp. 305.000.000,-


APLIKASI PENDAFTARAN BEASISWA ONLINE DAPAT DIAKSES MELALUI WEBSITE
TAHAPAN
JADWAL
Pendaftaran Aplikasi Online
03/09/12 - 28/09/12
Pengumuman 150 Calon Pemenang Beasiswa Melalui Website BCA Finance
12/10/12
Verifikasi Kelengkapan Dokumen Untuk 150 Calon Pemenang Beasiswa (Cap Pos)
12/10/12 - 25/10/12
Pengumuman 50 Pemenang Beasiswa
09/11/12

Keputusan hasil penerimaan adalah mutlak & tidak dapat diganggu gugat. Proses penyaringan akhir dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance.
PERSYARATAN :
1.       Mahasiswa/i program Strata 1 (S-1)
2.       Minimal telah/sedang menyelesaikan semester 2
3.       IPK min (PTN : 3,00 dan PTS : 3,4)
4.       Tidak sedang menerima beasiswa dari pihak manapun
5.       Beasiswa ini bebas dari ikatan dinas apapun
6.       Melakukan pendaftaran beasiswa melalui aplikasi online
7.       Tahapan Seleksi :
             a) Tahap I : Penentuan 150 Calon Pemenang Beasiswa
150 calon pemenang yang telah diumumkan akan diwajibkan mengirimkan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan kemudian
b) Tahap II : Penentuan 50 Pemenang Beasiswa yang berhak menerima Rp.3.000.000,-/Semester
8.       Proses seleksi dilaksanakan oleh tim seleksi BCA Finance
9.       Keputusan hasil penerimaan adalah mutlak & tidak dapat diganggu gugat
10.   Keterangan lebih lanjut dapat diakses melalui website www.bcafinance.co.id

*) Maksimal Pemberian Beasiswa Sampai Dengan Semester 8

Selamat Mencoba & Semoga Berhasil !

August 28, 2012

#Opini [Harian Waspada]: Amburadurnya Kampus Kita

Tulisan dibawah dimuat di Harian Waspada Edisi Selasa 28 Agustus 2012. Waspada tidak mengupload opini ke websitenya, hanya ada epapernya kalau anda mau baca online di hal B7.


***
“Senyum, Sapa, Salam”. Motto seperti itu sering kita temui di tempat-tempat umum, terutama berkaitan dengan pelayanan publik. Namun saya tidak merasakan praktek slogan tersebut ketika saya menamani saudara saya mendaftar ulang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Aceh. Sekarang kampus memang sedang disibukkan dengan penerimaan mahasiswa baru, pendaftaran ulang, dan permulaan awal tahun akademik. Meskipun banyak perguruan tinggi kita sudah berusia puluhan tahun, terutama yang statusnya negeri, namun kebanyakan belum mampu keluar dari masalah-masalah yang setiap tahun terjadi dalam menyambut mahasiswa baru. persoalannya tesebut berkisar seputar akses informasi, masalah administrasi, dan kualitas layanan.

Persoalan informasi sebenarnya adalah persoalan mendasar. Banyak potensi-potensi permasalahan bisa diselesaikan atau setidaknya diminimalisir melalui layanan informasi yang bagus. Setelah lulus ujian SNMPTN, saudara saya melunasi Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) sebagai langkah awal pendaftaran ulang. Menurut informasi yang dia dapatkan, dia harus membayar SPP tunggal. Namun tiba-tiba ada perubahan dari pihak rektorat kampus yang membatalkan SPP tunggal dan diganti dengan SPP biasa.

Karena prubahan tersebut, dia diminta oleh panitia yang bertugas untuk pendaftaran ulang supaya bisa mengambil uangnya kembali di bank. Menyangkut dengan informasi, setidaknya ada dua persoalan mendasar yang menimbulkan banyak masalah. Pertama adalah akses terhadap informasi. Banyak informasi-informasi yang diperlukan oleh mahasiswa-mahasiswa baru tidak tertulis dan tertempel dengan baik. Akibatnya para calon mahasiswa berputar-putar. Seharusnya informasi-informasi penting yang perlu diketahui oleh mahasiswa sudah ditempel dengan baik lengkap dengan penunjuk-penunjuknya.

Idealnya untuk zaman yang serba digital seperti sekarang, semua informasi bisa diakses dengan cepat di situs-situs resmi kampus. Karena banyak mahasiswa yang berdomisili jauh dari kampus. Celakanya, Layanan informasi online juga terkadang tidak diperbarui secara intensif.  Dalam kasus yang dialami oleh saudara saya, seandainya ada update informasi yang cepat di website, tentu saja jumlah mahasiswa yang melakukan kesalahan akan berkurang. Banyak dampaknya yang ditimbulkan, salah satunya adalah cost waktu dan energy yang dihabiskan hanya karena keterlambatan informasi. Belum lagi ada orang tua yang mengorbankan kebutuhan lainnya, demi pelunasan SPP, bahkan tidak sedikit yang berhutang kepada tetangga atau menjual hartanya.

Persoalan kedua yaitu menyangkut dengan sosialisasi setiap informasi. Hal ini juga sangat rentan terjadi tidak hanya di perguruan tinggi, hampir semua lembaga pemerintahan kita bermasalah dengan sosialisasi informasi. Menurut saya, kampus-kampus kita belum mempunyai system yang sudah terbangun (established-system) dengan baik untuk menyebarluaskan setiap informasi publik untuk mahasiswa. Tidak sedikit keputusan yang diambil berkenaan dengan hajat hidup orang banyak, langsung diterapkan tanpa ada sosiali yang menyeluruh sebelumnya.

Akibatnya sering muncul protes dari mahasiswa, bahkan tidak sedikit yang berujung anarkis dan menjadi boomerang buat kampus sendiri. Contoh kecil, penerapan SPP tungal tahun ini, karena banyak masyarakat kita tidak mengerti tentang SPP tunggal, akhirnya berpikir negatif terhadap kampus. Bahkan ada yang menduga kalau pihak kampus melakukan korupsi dengan penambahana dana SPP 100 persen. Padahal pemberlakuan SPP tungal juga salah satu cara untuk melancarkan proses study mahasiswa nantinya. Masalahnya adalah tidak adanya sosialisai yang baik.
Permasalahan selanjutnya menyangkut dengan urusan adminitrasi. Pengalaman saya menjadi mahasiswa dan mengurus saudara saya kemarin, peraturan yang diterapkan di banyak kampus  sangat tidak efektif dan efesien. Contoh kecilnya adalah penggunaan slip SPP. Pada hari pertama, saat mendaftar ulang pertama kali, panitia meminta ditunjukkan slip asli dari ban. Hari kedua pada saat pengisian KRS, panitia juga meminta mahasiswa baru untuk mengisi data yang sama seperti hari pertama dan menyerahkan kembali bukti pembayaran SPP. Pada saat mendaftar orientasi mahasiswa baru (ordikmaru), petugas lagi-lagi meminta slip SPP.
Untuk 3 urusan saja, sang mahasiswa harus memperbanyak slip dan menyerahkannya setiap meja. Padahal semua kelengkapan berkas, termasuk slip SPP sudah diperiksa pertama kali. Saya tidak tau apa pertimbangannya sehingga setiap mengurus sesuatu harus dibuktikan dengan slip SPP.
Itu baru untuk masalah pendafataran ulang, pengisian KRS, dan pendaftaran ospek, belum lagi urus KTM, asuransi, dan sebagainya. Saya yakin hampir setiap ada pengurusan, salah satu yang diminta adalah slip yang notabene sudah ada pada mereka sebelumnya, hanya beda meja saja. Praktek tersebut menunjukkan betapa amburadurnya persoalan administrasi perguran tinggi kita.

Idealnya cukup satu kali diminta atau tidak perlu mengisi data yang sama setiap ada pengurusan. Karenanya tidak berlebihan kalau ada slogan “Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah”. Pengalaman saya study di Universitas Ohio, Amerika, meskipun saya belajar dengan dana beasiswa yang seharusnya banyak berusan dengan berkas, namun hanya satu kali saya mengisi data dan digunakan untuk semua keperluan. Untuk akses ke asrama, masuk ke rumah makan kampus, pustaka, pusat olah raga, dan berbagai fasilitas lainnya yang ada di kampus cukup dengan satu kali pengisian data.

Saya tidak bermaksud untuk membandingkan perguruan tinggi di negara maju seperti Amerika dengan kampus-kampus yang ada di Indonesia, apalagi di Aceh. Namun sebenarnya praktek tersebut dapat kita contohkan dan saya yakin mampu kita terapkan di Indonesia. Persoalannya terletak pada niat baik pengelola kampus, terutama para pengambil kebijakan. Karena dengan perbaikan pada persoalan administrasi saja, selain dapat mengefektifkan waktu, uang, dan tenaga tetapi juga dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.

Persoalan urgensi lainnya yang sering dialami mahasiswa baru di kampus adalah layanan yang mereka dapatkan. Seharusnya ketika datangnya musim penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahun mereka alami, pihak kampus sudah mempersipkan segala sesuatu yang dibutuhkan demi memberikan kepuasan kepada konsumennya (mahasiswa). Misalkan, pihak kampus dapat mempersiapkan information desk pada setiap sudut  yang dibutuhkan, sehingga mahasiswa atau ada orangtua/wali mahasiswa baru dapat bertanya segala informasi yang mereka butuhkan. Akibatnya mereka tidak berputar kesana kemari untuk mendapatkan informasi.

Salain masalah keefektan waktu dan tenaga, dampak lainnya adalah mahasiwa meresa muda sehingga mereka puas dan kampuspun mendapat apresiasi karena menciptakan kesan pertama yang baik bagi calon peserta didik mereka. Faktanya jangankan untuk mendapatkan salam atau senyum, mendatkan layanan informasi saja susah.

Permasalahan diatas hanya sekelumit persoalan yang terjadi di kampus-kampus kita, belum lagi kita bicara masalah professionalism dosen, kelengkapan fasilitas, pengelolaan dana beasiswa, budaya membaca atau menulis, dan transparansi pengelolaan keuangan. Kalau masalah administrasi saja belum mampu kita selesaikan, wajarkah rektornya mengharapakan kampusnya masuk dalam world class university?

* Muhammad Adam adalah Alumnus IELSP Ohio University, USA. Peserta MEP Australia
  2012 dan Pegiat di Komunitas Gensee)
.

       

August 27, 2012

#Catatan Harian; Antara Menerima atau Menolak

Santriwati yang Sedang berolahraga.
“The best way to acquaire knowldge is teaching it”. Kalimat tersebut yang memotivasi saya untuk berpikir ulang ketika pimpinan dayah saya menyuruh saya untuk mengajarkan pengajian kepada santri. Saya sudah tinggal di dayah terpadu Ruhul Islam selama 8 tahun yang terdiri dari 3 tahun belajar pada masa SMA dan 5 Tahun yang saya lalui sambil kuliah di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. Meskipun sudah 8 tahun, saya tetap merasa canggung dan berkecamuk antara menerima atau menolak ketika kondisi seperti ini.Tentu saja ada plus minusnya kalau saya mengambil kesempatan ini, begitu juga sebaliknya.

Pertimbangan kenapa saya harus saya menerima:

Pertama, saya ingin mengajarka pengetahuan agama Islam kepada santri secara komprehensif semampu saya. Artinya saya tidak hanya berfokus pada kitab-kitab kuning* saja. Tetapi saya ingin membekali juga dengan pengetahuan islam yang kontemporer yang sangat dibutuhkan pada zaman modern. Saya ingin mengajak mereka berpikir kritis tentang kasus atau phenomena yang terjadi pada masa kini yang sebagiannya dulu mungkin belum ada pada masa rasulullah ataupun perlu 'dimodifikasi' untuk konteks kekinian.

Contoh kecil, bagaimana seorang muslim yang membela bangsanya pada even olah raga international, namun pertandingannya pada bulan ramadhan? bagaimana hukum puasa diatasnya? Atau kenapa zakat sekarang tidak berimplikasi terhadap kesejahteraan orang miskin? Untuk kontek Indonesia, bagiaman kita harus memaknai perbedaan dalam memulai puasa atau berahari raya? Bagaimana kalau seandainya ijab qabul pernikahan dilakukan via conference untuk kondisi-kondisi tertentu?. Menurut saya kondisi-kondisi tersebut rentan terjadi pada masa sekarang apalagi untuk 20 atau 30 tahun yang akan datang. Intinya saya ingin mendoktrin santri untuk tidak hanya fokus pada teks tetapi juga bagaimana menghubungkannya dengan kontek kekinian.
Salah satu suasana pengajian.

Hukum-hukum yang bersumber pada teks-tek alqur’an hanya dijadikan pedoman dan fondasi untuk kemudian berijtihad sesuai dengan kebutuhan sekarang. Dengan kata lain, saya ingin mengajak mereka untuk berpikir lebih terbuka (open-minded), menghargai perbedaan yang ada, toleransi, dan sebagainya. Tentu saja, proses belajar mengajar dan apa yang mereka terima selama di bangku pengajian sangat mempengaruhi pemikiran mereka nantinya ketika jadi kepala desa, imam di mesjid, dosen di kampus, birokkrat di kantor, legislatif di DPR, dan sejumah profesi lainnya.

Alasan kedua yang sangat memberikan self-motivation kenapa saya harus mengambil kesempatan ini adalah untuk belajar atau membekali diri. Saya percaya bahwa cara terbaik untuk belajar adalah mengajar dan kebanyakan ilmunya akan lebih bertahan lama dan mengikat dalam pikiran apabila ilmu itu diajarkan kepada orang lain. Artinya tidak hanya disimpan di dalam otak sehingga membeku karena tidak pernah dituturkan, dibicarakan, dan diajarkan.

Di sisi lain, sekarang saya merasa sangat “kosong” hidupnya ketika pengetahuan agama saya sangat minim. Belakangan saya sering mempertanyakan bagaimana dengan shalat saya, puasa saya, bacaan al-qur’an saya, dan sebagainya. Artinya saya masih sangat ragu dengan amalan saya karena kekurang pengetahuan saya dalam bidang agama, khususnya berkenaan dengan tauhid dan fiqh. Makanya ketika ada kesempatan seperti ini, saya berpikir ini kesempatan yang tepat untuk membekali diri juga.

Alasan ketiga, saya menilai kalau ini adalah “kesempatan”. Karena ini adalah kesempatan belum tentu saya mendapatkan kesempatan seperti ini pada masa mendatang. Sekarang Abati* sedang “mendengar suara saya” dan beliau ingin saya lebih maju dari sekarang, belum tentu keingan seperti itu akan terus ada buat saya. Lumrahnya hidup, ada naik, ada turun, siang malam, hitam putih, disenangi dibenci, dikasihi dimarahi, disanjung dilecehkan, itu semua adalah sunnatullah yang tidak bisa kita elakkan. Sebagai manusia, seyogianya kita harus melakukan yang terbaik setiap saat.

Di sisi lain, kenapa saya merasa bimbang ketika ada Abati meminta saya untuk mengajarkan kitab arab kepada santri adalah:

Satu, saya mempertimbangkan kemampuan saya saat ini. Kapabilitas saya dalam ilmu agama boleh dibilang BIG ZERO. Apalagi kitab-kitab arab yang banyak digunakan dalam pengajian. Untuk informasi saja bagi anda yang membaca catatan harian saya ini, dayah Terpadu Ruhul Islam memadukan pendidikan umum dengan agama. Pelajaran umum dipelajari di sekolah yang berada dibawah koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara. Untuk membekali santri degan pengetahuan agama, santri diajarkan ilmu agama yang bersumber dari kitab-kitab arab seperti fiqh, nahwu, saraf, dan sebagainya seperti yang digunakan di dayah-dayah murni atau salafi* pada umumnya.

Dua, saya khawatir dengan kekonsistensi, komitmen, dan kedisipinan pribadi saya. Hari ini, karena niat saya yang terlalu tinggi untuk belajar dan mengajar, maka saya ambil langsung tawaran ini. Namun besok lusa, semangat saya turun, komitmen saya mulai berkurang, karena kesibukan saya tidak disiplin atau ketidakmampuan saya untuk mengatur waktu, akibatnya saya tidak bisa fokus. Apalgi saya juga menerima tawaran dari STAIN untuk mengajar pada semester ini. Pada titik ini, santri yang menjadi korban, saya tidak totalitas, dan akibatnya terkesan saya mempermainkan pimpinan dan dewan guru lainnya yang sudah percaya kepada saya. Karena to be honest, selama ini saya menilai diri saya kurang konsisten, melakukan sesuatu tergantung pada mood dan kondisi. Tidak disiplin. Tapi di sisi lain, saya juga berpikir mungkin saja dengan disuruh mengajar, saya bisa juga membentuk kedisplinan diri. karena setiap hari saya harus mengulang dan belajar sebelum mengajar, siapa tau secara perlahan bisa membentuk sikap dan menumbuhkan semangat belajar, yang pada saatnya nanti akan menjadi budaya pribadi saya. Sehingga pada titik ini, kedisplinan dengan sendirinya akan terbentuk.

Alasanya urgen lainnya adalah keinginan untuk melanjutkan study master. Saya tidak tau kalau ini tuntutan atau hanya sebatas wacana yang saya sering bicarakan dan diskusikan dengan orang-orang sehingga terkesan mendesak untuk saya lakukan. Memang di satu sisi, saya tidak ingin bermunafik, kalau saya ingin berkarir sebagai dosen, tentu saja saya harus punya S2. Belum lagi saya harus membiyai adik-adik saya yang sedang dalam pendidikan karena orang tua tidak sanggup lagi bekerja karena faktor usia. Memang ketika saya menuliskan seperti in, terkesan kalau dengan mengaji seolah-olah tidak akan mampu membiayai hidup saya dan keluarga. Memang dalam hal ini agak paradoks.

Karena faktanya, tanpa ijazah orang-orang hebat di Indonesia tidak bisa banyak berkiprah, apalagi di birokrat atau akademisi yang ruangnya hampir tertutup untuk mereka. Saya pikir ini adalah salah satu PR besar pemerintah. Supaya orang tidak perlu lagi khawatir dengan ijazah atau tidak ada ijazah, selama mereka punya kemampuan, idealanya mereka tetap mendapat kesempatan yang sama dengan orang-orang lain. Nah dalam hal ini, menurut saya perlu campur tangan pemerintah untuk membuat kebijakan, membangun sistem dan melakukan monitoring serta evaluasi yang komprehensif dalam prakteknya. Ironi memang, disatu sisi kita mengagung-agungkan kalau Indonesia adalah negara dengan penduduk beraga Islam terbanyak di dunia. Tapi disisi lain, kita tidak menghargai orang-orang yang mempunyai ilmu agama, bahkan mendiskriminasi. Lantas, dimana bukti keislamana negara dan pemimpin kita?

Balik lagi kepada niat saya mau kuliah, karena ambisi saya ingin kuliah keluar negeri, saat ini saya memang sedang menunggu beberapa kesempatan/pengumuman. Pertama, beasiswa Pemerintah Aceh tahun anggaran 2012 dimana tahapannya sudah pada seleksi TPA, psikotes, dan wawancara. Program Pembibitan Alumni Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) sebagai calon dosen. Sedang menunggu jadwal interview. Terakhir, applikasi Australian Development Scholarship (ADS) sudah saya kirimkan dan menunggu pengumuman. Kalau ada salah satu kesempatan ini saya dapatkan, sudah pasti saya tidak bisa lagi di Dayah karena harus ikut persiapan bahasa. Untuk beasiswa Pemda Aceh, belajarnya di Banda Aceh, beasiswa Pembibitan dari DITPERTAIS (direktorat pendidikan tinggi Islam), kursusnya di Jakarta sedangkan ADS biasanya di Jakarta atau Bali.

Mempertimbangkan hal inilah yang membuat saya bimbang. Karena saya menginginkan idealita kalau saya sudah memutuskan untuk mengajarkan kitab, saya harus totalitas. Setiap hari saya harus mengulang, saya harus berdiskusi dulu dengan dewan guru senior lainnya yang mahir dalam kitab kuning. Ya Allah...saya benar-benar bingung untuk mengambil jalannya.

Tapi sebenarnya saya masih punya alternatif yang lain yaitu dengan menunda 2 tahun niat saya untuk study. Sekarang saya bisa fokus membekali diri dengan pengetahuan agama dengan mengajar, terutama untuk bisa membaca kitab-kitab arab dan meningkatkan kemampuan bahasa inggris, khususnya TOEFL.

Nilai lebihnya saya bisa mendapatkan 2 hal pada saat bersamaan, namun kekurangannynya adalah kalau saya ikut proses pembelajaran yang ditanggung ADS, DITPERTAIS, atau Pemerintah Aceh tentu saja akan lebih terarah dan berkualitas karena mereka sudah punya sistem yang established. Berbeda kalau saya secara otodidak yang kedisplinan saya juga masih sangat miskin.

Kekurangan lainnya adalah pertimbangan umur. Kalau saya bisa melanjutkan S2 tahun depan, 2 tahun kedepan saya sudah mendapat gelar master. Tapi kalau saya menunda 2 tahun lagi, berarti saya harus bersabar 4 atau 5 tahun lagi untuk bisa dapat gelar master. Karena umur saya sekarang 25 tahun (1 oktober nanti), pada usia 30 tahun saya baru bisa berkarir. Nah kalau pada usia tersebut, saya juga harus memikirkan untuk berumah tangga...wow complicated banget ya!!!

Saya menuliskan ini, terutama untuk bisa memetakan secara jelas kekurangan, kelebihan, resiko, dan manfaat yang akan saya dapatkan ketika saya menerima atau menolak kesempatan ini. Karena sejujurnya ini termasuk keadaan yang berat untuk saya putuskan karena menyangkut hidup saya kedepan. Manfaat kedua dengan saya mempublikasikannya di blog, akan menjadi self-evaluator sekaligus self-motivator buat saya untuk tetap berkomitmen terhadap apa yang saya putuskan.

Dengan saya mempublikasikannya di blog, tentu saja akan menjadi konsumsi publik, saya mengharapkan ini akan menjadi tanggung jawab moral saya yang akan mendrive saya untuk berkomitmen. Kalau saya tidak menuliskanya, mungkin saja saya tidak berpikir manfaat begini, resikonya seperti itu. Tapi setelah saya tuliskan, semuanya tergambarkan dengan jelas plus dan minusnya.

Kepada anda yang membaca curhatan saya ini, pelajaran yang bisa anda ambil adalah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Belajar ketika anda memiliki kesempatan. Jangan tunda sampe esok, mensyukuri nikmat tuhan, usia yang sudah diberikan, waktu yang ada,  lakukan sekarang dan mulai pada saat anda dianugerahi kesempatan. Kalau saja saya dahulu ketika masa-masa SMA sadar untuk belajar ilmu agama, tentu saja kemampuan saya membaca kitab kuning, sudah ada dasarnya walaupun tidak baik. Dan ibadah sayapun semakin berkualitas. Tapi karena saya dulu tidak patuh dan hanya belajar asal-asalan, yang penting masuk, tidak mau mengulang, tidak fokus, akibatnya sekarang saya dihadapkan pada keadaan seperti ini. Ya...yang namanya penyesalan tidak pernah datang duluan, kalau duluan ya bukan penyesalan namanya? He...............
Suasana Pengajian pada malam hari.

Ya Allah... show me the way to lead..I am strongly believe what are you currently giving for me is the best. Amin ya Allah.

Ruhul Islam-Aceh Utara
27 Agustus 2012,

~Adam~

Keterangan:
*) Kitab Kuning adalah Istilah lain dari kitab-kitab Arab yang tidak ada baris atau disebut
   juga Kitab Gundul.
*) Abati adalah Istilah yang kami gunakan untuk memanggil pimpinan dayah.

 
Web developed by Eka.aSOKA.web.id | Domain Host by aSOKAhost.com
Follow @MuehammadAdam