Showing posts with label toefl. Show all posts
Showing posts with label toefl. Show all posts

March 02, 2013

Series Guide#TOEFL iBT Reading (1)

Hai Yang lagi sibuk persiapkan TOEFL, bagaiman persiapan kamu sejauh ini? sudah mantap? nilai TOEFLnya sudah mencapai angka minimal gak tuk daftar beasiswa? semoga terus meningkat ya..Keep Persevering ya...

Baik...Sekarang Dr. English dari Lembaga Kursus Plus Institute akan menuliskan beberapa hal berkaitan dengan TOEFL iBT, khususnya untuk bagian Reading. anyway, udah tau kan iBT stands for Internet Based Test atau tes TOEFL yang menggunakan media internet.
  1. Untuk TOEFL iBT, ada 10 model pertanyaan yang terdapat pada bagian reading.
    Masing-masing model akan doctor paparkan pada postingan selanjutnya..sabar ya!!!
  2. Pada umumnya bacaan-bacaan atau excerpts atau passage yang disajikan pada tes reading itu berasal dari buku-buku tek yang berhubungan dengan dunia akademik. jadi bukan bacaan di koran, majalah, atau publikasi-publikasi harian yang jauh dari nuansa akademis ya.
  3. Meskipun demikian, kita tidak perlu khawati kalau kita tidak familiar dengan topik-topik yang muncul di dalam tes reading, karena pada umumnya semua informasi yang kita butuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ada di dalam teks. 
  4. Model passage excerpts yang ada pada bagian reading dapat di kelompokkan kedalam tiga model yaitu;
    [1] Teks yang berbentuk eksposisi
    [2] Teks yang berbentuk Argumentasi
    [3] Teks yang berbentuk Hestoris
    Penjelasan untuk masing-masing bentuk di atas, akan Doctor English Jelaskan pada posting selanjutnya ya...Sabar Bos.....
  5. Yang perlu test-takers ingat adalah...penyajian teks di bagian Reading biasanya menggunakan pendekatan yang berbeda (more than perspective or point of view).
  6. Pernah dengar <<<<< Classification | Comparison/Contrast | Cause/Effect | Problem/Solution >>>>>???
    Nah, passage excerpt yang muncul di dalam reading pada umumnya mengikuti pola-pola tersebut.
    Ada teks yang sifatnya mengklasifikasikan atau menggelompokkan tentang sesuatu.
    Ada teks yang sifatnya membandingkan (compare) dan membedakan (contrast).
    Ada teks yang sifatnya Sebab (Cause) dan Akibar (Effect). dan
    Ada juga teks yang sifatnya Masalah (Problem), kemudian ada jalan keluarnya (Solution).
  7. Terakhir untuk seri pertama ini yang perlu test-takers ketahui yaitu panjang teks. Pada umumnya bacaan-bacaan yang disajikan berjumlah sekitar 700 kata per teks. Meskipun demikian, terkadang kurang dari 700 atau sebaliknya lebih dari 700 kata. 

    Itu dulu untuk episode pertama, tunggu guide selanjutnya tentang Jenis dan Jumlah pertanyaan pada setiap jenis-jenis teks.
    Semoga bermanfaat ya!!!

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    Informasi di atas diambil dari berbagai sumber, terutama dari Buku TOEFL IBT edisi ketiga yang dipublikasi oleh ETS.

January 02, 2013

Repost # Berburu Beasiswa Harvard University

Harvard University adalah salah satu institusi pendidikan dan penelitian terkemuka di dunia. Didirikan pada 1636, Harvard adalah institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika Serikat yang menerima pelajar dari seluruh dunia.

John Harvard Statue

Harvard telah menjadi tujuan studi para pelajar internasional dengan kesempatan untuk berpartisipasi pada lingkup aktivitas yang begitu luas. Harvard University membaktikan dirinya dalam pengajaran dan pembelajaran serta riset dan pengembangan jiwa kepemimpinan di berbagai disiplin ilmu untuk membuat perubahan di dunia.

Kampus Ivy League ini menawarkan beragam kelompok bidang studi. Berbagai program studi yang ditawarkan Harvard di antaranya Bisnis, Ilmu Sains dan Seni, Desain, Ilmu Pendidikan, Ilmu Hukum, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kedokteran Gigi, Ilmu Teknik dan Teknik Terapan, serta Kesehatan Publik.

Para mahasiswa Harvard berasal dari berbagai latar belakang demografi, ekonomi, dan budaya. Bidang-bidang studi yang ditawarkan Harvard tersebut dapat diambil para mahasiswa untuk jenjang sarjana hingga pascasarjana. Harvard College, misalnya, menawarkan pendidikan jenjang sarjana, master, doktoral, dan kuliah musim panas. Semua level pendidikan ini ditawarkan bagi para mahasiswa  asli AS maupun pelajar internasional.

Tidak hanya menawarkan varian program studi yang cukup luas, Harvard juga mempunyai beragam program beasiswa yang secara spesifik dirancang untuk kebutuhan tiap mahasiswanya. Seperti dilansir Scholarship Posotions, Selasa (18/12/2012), program-program beasiswa tersebut dapat dilamar tidak hanya oleh mahasiswa AS tetapi juga para pelajar internasional. Pihak kampus pun mendorong para mahasiswanya untuk mencari tahu beragam bantuan finansial yang bisa mereka dapatkan di masing-masing fakultas.

Program-program beasiswa yang ditawarkan di Harvard adalah:

- Dean’s and Kennedy Fellowships
- Presidential Scholarships and Public Service Fellowships
- Yellow Ribbon Program
- Harvard Kennedy School Fellowships and Scholarships
- Abu Dhabi Leadership Graduate Public Service Fellowship
- Aida Kayali International Public Service Fellowship
- African Student Scholarship
- Albert Carnesale Fellowship
- Amanter Graduate Fellowship
- Ancora Foundation Graduate Fellowship
- Andronico Luksic Craig Fellowship (untuk mahasiswa Chile)
- Annette Kade Fellowship
- Bashir Al-Haffar Public Service Fellowship
- David M. Rubenstein Fellowship
- Derwin Pereira Graduate Fellowship
- DS Foundation Public Service Fellowship
- Edith M. Stokey Fellowship
- Empedocle Maffia Fellowship
- Ferenc A. Vali Memorial Scholarship
- Gundle South African Public Service Fellowship
- Henry Hubschman Fellowship
- John and Marilyn Keane Graduate Fellowship
- John Kenneth Galbraith Fellowship
- Kistefos Public Service Fellowship
- Lamont Graduate Fellowship
- Latifa Kosta Graduate Fellowship
- Mark Schwartz Graduate Fellowship
- Mary and David Boies Fellowship
- Minnie Osmena Scholarship Scholarship
- Mona Hammami Graduate Fellowship
- Palestine Monetary Authority Graduate Public Service Fellowship
- Pforzheimer Foundation Nonprofit Fellowship
- Princess Banderi Al-Faisal Fellowship
- Rausing Public Service Fellowship for Barbados
- Robert Woods Memorial Scholarship
- Schlosstein-Hartley Graduate Fellowship
- Scott and Isabelle Black Fellowship
- Sheikh Abdulaziz A. Al-Tuwaijiri Public Service Fellowship
- Sheikh Suhaim bin Hamad Al Thani Fellowship
- Tamer Fellowship
- Thomas Barry Fellowship
- Thomas J. Healey Fellowship
- HKS Research Center Funding Resources Belfer IGA (BIGA) Student Fellowships
- Belfer Center for Science & International Affairs – Roy Family Fellowship
- Carr Center Human Rights Scholarship
- Center for Public Leadership — George Fellowship
- Center for Public Leadership — The Gleitsman Leadership Fellowship
- Hauser Center for Nonprofit Organizations — Fellowships
- Institute of Politics Alumni Scholarship
- Mossavar-Rahmani Center for Business and Government Fellowships
- Program for Criminal Justice Policy and Management Fellowship
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – Fellowship in Democracy
- Roy and Lila Ash Center for Democratic Governance and Innovation – HKS Indonesia Program Fellowship
- Shorenstein Center Scholarship in Media and Politics
- Taubman Center Fellowship
- Harvard Kennedy School Affiliated Fellowships
- Andronico Luksic Abaroa Fellowship (untuk mahasiswa Kroasia)
- Harvard South Africa Fellowship Program
- IIPP Fellowship
- McCloy German Scholars Program


Sumber: Okezone Kampus.com

May 08, 2012

Cara Mendapatkan Beasiswa Fulbright Amerika

Catatan dibawah ini saya Ambil dari beasiswas.org.....Semoga Bermanfaat!

Sepotong Kisah Beasiswa FULBRIGHT di Indonesia

Danrivanto Budhijanto

Anggota Komite Regulasi Telekomunikasi pada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)-Depkominfo R.I. (Indonesian Telecommunications Regulatory Authority)

Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung

Sekretaris Bagian Hukum dan Teknologi pd Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung

Fulbright Scholar 2002, LL.M in Information Technology & Privacy Law, The John Marshall Law School, Chicago

Kandidat Doktor Ilmu Hukum pada Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung

(Tulisan ini merupakan refleksi pengalaman dan pendapat saya pribadi, oleh karenanya bukan informasi dan pendapat resmi dari FULBRIGHT, IIE maupun AMINEF)

Pendahuluan
Beasiswa Fulbright di Indonesia, dapat dikatakan memiliki sejarah paling panjang dibandingkan program beasiswa dari negara lainnya. Dimulai pada awal tahun 50’an, dimana salah satu Fulbright Scholar pertamanya adalah Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja yang merupakan mantan Menlu dan Menteri Kehakiman RI serta pakar Hukum Internasional, Beasiswa Fulbright telah memberikan warna tersendiri pada kehidupan bangsa Indonesia. Beberapa alumnus Fulbright dari Indonesia berada pada posisi yang membanggakan, antara lainnya adalah mantan Ketua MPR RI Prof. Dr. Amien Rais.

Berkenaan masih belum memadainya informasi mengenai tahapan dan seluk beluk tentang Beasiswa Fulbright, khususnya untuk Master Degree, maka tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman agar calon-calon penerima Beasiswa Fulbright dapat lebih memahami dan memperbesar peluangnya. Tulisan ini saya yakini tidak akan menjawab semua keingintahuan para anggota milis, oleh karenanya sumbangan pendapat dan pengalaman para alumnus Fulbright lainnya akan sangat membantu.

Beasiswa Fulbright ditujukan sebagai sarana untuk menjembatani hubungan antara US dan negara-negara lain di dunia. Sehingga calon penerima beasiswa diharapkan memiliki visi yang sejalan untuk meningkatkan saling pengertian antar bangsa, selain tentunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia itu sendiri.

Tahapan beasiswa Fulbright dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu Tahap Seleksi, Tahap Aplikasi dan Tahap Persiapan Keberangkatan.

A. Tahap Seleksi
Seleksi Administrasi
Tahap ini merupakan tahapan yang paling sulit untuk diperkirakan peluangnya. Teman-teman harus ekstra hati-hati dan jangan ragu untuk memeriksa berulang kali kelengkapan dokumennya. Perhatikan dengan seksama detail persyaratan yang tercantum, seperti batas umur, masa kerja, GPA/IPK, field of study, TOEFL score. Bila persyaratan dimaksud tidak terpenuhi, jangan berjudi dengan nasib karena musti diingat jumlah aplikasi Fulbright berkisar 3.000-an dan yang akan menerima beasiswa untuk Master Degree tiap tahunnya hanya 25-30 orang saja.

Bagaiamana mengisi Application Form? Hal yang paling penting adalah Proposed Field of Study. Jangan terlalu general namun jangan terlalu detail sehingga malah membingungkan. Kalau bidang hukum, daripada mengisi “Commercial Law” atau “Business Law”, lebih baik diisi Capital Market Law, International Trade and Transaction Law. Usahakan pilihlah Proposed Field of Study yang memang unik dan hanya dapat dipelajari di US (atau institusi pendidikan di US). Pilih pula Field of Study yang akan atau mulai berkembang di Indonesia, hal ini akan memberikan nilai kompetitif. Professional History dan Community Involvement harap diisi secara umum dulu dan lebih detailnya dikertas tambahan saja (Annex/Attachment) yang merupakan lampiran dari Application Form. Sebagai tips, apabila anda bekerja di private sector (perusahaan swasta) usahakan dimuat pula aktivitas atau keanggotaan anda di lembaga masyarakat. Contoh, kalau anda merupakan lawyer dari suatu law firm
(bukan LBH), harap dimuat juga partisipasi penyuluhan hukum pada masyarakat. Hal ini sifatnya tidak mutlak, tapi cukup membantu asalkan data yang dimasukan adalah benar dan tidak mengada-ada.

Bagian terakhir yang menurut pendapat saya lumayan sulit namun merupakan bagian penentu agar teman-teman dapat meneruskan ke tahapan Wawancara adalah Study Objective. Hanya dalam satu halaman, kita harus memamaparkan secara lengkap, detail dan menarik (eyes catching) tujuan kita untuk mengajukan beasiswa. Paparan dimaksud “harus” dapat menjawab mengapa kita layak untuk mendapatkan beasiswa, seperti apa alasan memilih field of study, mengapa universitas X atau Y menjadi pilihan kita, apa saja pengalaman kerja atau latar belakang pendidikan (formal atau non-formal) yang akan mendukung tercapainya tujuan, apa rencana jangka panjangnya kalau ternyata anda telah berhasil meraih gelar dan kembali ke Indonesia, apa kemanfaatan bagi komunitas profesi dan masyarakat pada umumnya.

Tipsnya adalah riset sederhana dahulu (di internet, diskusi dengan pakar) jangan menunggu “ilham” atau menulis “curhat”. Lalu sebelum membuat draft, buatlah dahulu kerangka (outline) tulisannya, 4-5 kalimat utama kemudian dijabarkan 2 kalimat pendukungnya untuk setiap kalimat utama. Kalau kemampuan bahasa Inggris teman-teman di atas rata-rata, langsung saja dibuatkan draft dalam bahasa Inggris (perlu diingat bahwa bukan hanya bahasanya yang Inggris, namun termasuk struktur pemikiran juga harus mencerminkannya). Lebih baik buat draft yang cukup panjang (2-3 halaman), baru kemudian diedit daripada “serba tanggung”. Setelah selesai, bacalah kembali dengan kecepatan tinggi, apakah sudah cukup sederhana namun tidak menghilangkan daya tariknya? Cek grammar, spelling dan konsistensi, kalau punya teman kerja expatriate atau guru di tempat anda kursus Bahasa Inggris, minta tolong saja kepada mereka untuk memberikan revisi.
Mini Skirt Philosophy: “Short enough to look attractive, but long enough to cover the essentials”


Seleksi Wawancara
Bila teman-teman beruntung dan terpilih untuk meneruskan ke tahapan seleksi Wawancara, berarti sudah setengah perjalanan dilewati. Kalau tempat tinggal anda berada cukup jauh dari kota yang ditunjuk, tidak perlu kuatir AMINEF akan menggantikan biaya transportasinya. Usahakan tidak datang pada hari-H dan jam-J nya, menginaplah dulu semalam agar tetap segar dan tidak terlambat. AMINEF akan menelefon anda sebelumnya untuk konfirmasi kedatangan anda.

Survei lapangan sehari sebelumnya, kendaraan umum apa yang harus dipergunakan, berapa waktu yang diperlukan ke tempat wawancara, ruangan wawancara tepatnya dimana. Datanglah 30 menit lebih awal, dan jangan menunggu di mobil atau jauh dari ruangan wawancara.

Non-Content
Kalau anda laki-laki, rapihkan dahulu rambut dan kumis (jenggot juga), tidak perlu creambath atau manicure, yang penting terlihat fresh dan rapih. Siapkan kemeja tangan panjang berwarna terang (putih atau biru muda) yang telah disetrika dengan licin dan jika tidak merepotkan gunakan dasi yang serasi. Celana panjang berwarna gelap (hitam, biru tua, coklat atau abu-abu) dengan sepatu yang sesuai. Jangan lupa kenakan kaus dalam warna putih. Kalau sehari-hari tidak mempergunakan dasi, jangan dipaksakan berdasi malah nanti tidak bisa menjadi diri anda sendiri.
Boleh tidak memakai celana jeans, kaus polo shirt dan sepatu olahraga? Tidak ada larangan untuk mengenakannya, namun anda mau interview kan, bukan jalan-jalan ke Mal. Anda mempergunakan pakaian pada saat interview bukan hanya untuk diri sendiri, akan tetapi berbagi juga untuk menghormati para interviewer.

Kalau anda wanita, lalu kebetulan berambut panjang maka jangan digerai bebas tapi gunakan jepit atau pony tail saja supaya anda tidak sibuk merapikan rambut (kadang-kadang tanpa sadar) pada saat dibombardir pertanyaan. Kalau yang berjilbab, anda sangat beruntung tidak perlu repot-repot lagi. Pergunakan rias muka dan perhiasan sewajarnya saja, jangan disamakan dengan acara resepsi pernikahan atau clubing. Disarankan mengenakan blazer dengan celana pantolan, atau kombinasi lain dengan rok selutut. Silahkan pilih warna biru tua, hitam atau abu-abu agar nampak berkesan serius/konservatif.
“Make yourself look smart, professional and potential”

Content
Tim Pewancara (3-4 orang) merupakan bi-national combination, sebagian berwarganegara Amerika dan sebagian lainnya bangsa kita sendiri. Perlu diperhatikan bahasa yang dipergunakan adalah Bahasa Inggris, jadi jauh-jauh hari berlatih dahulu (simulasi dengan teman). Tim Pewancara memiliki latar belakang disiplin ilmu dan pekerjaan yang beragam. Sebelum membahas pertanyaan yang umumnya diajukan dan tips untuk menjawabnya, saya akan memberikan dahulu ilustrasi suasana interview.

Anda tunggu saja di depan pintu, jangan diketok pintunya karena di dalam ruangan wawancara sedang berlangsung. Pihak AMINEF pasti akan keluar untuk menemui anda dan memberitahukan giliran diwawancarai. Tim Pewancara memiliki hak bertanya dan memberikan nilai secara individu dan absolut. Jadi usahakan jawab semua pertanyaan sama pentingnya, jauhkan dalam pikiran anda bahwa pertanyaan dari pewancara Amerika lebih utama. Pada umumnya pertanyaan yang diajukan mendasarkan kepada dokumen aplikasi beasiswa yang diasampaikan, jadi tidak perlu kuatir akan ada pertanyaan yang anda tidak ketahui. Kalaupun muncul pertanyaan yang anda benar-benar tidak ketahui jawabannya (karena memang benar-benar out of reach), maka jawablah kalau hal dimaksud di luar bidang keahlian anda dan jawab saja secara umum. Tim Pewancara hanya bertanya untuk mendapatkan penjelasan dan tidak bersikap menguji pengetahuan anda. Prinsip utama adalah jangan sok tahu, namun harus tetap percaya
diri.

Anda akan diberikan waktu sekitar 3-5 menit untuk menyampaikan summary mengapa anda berkeinginan studi ke US. Selanjutnya Tim Pewancara akan bertanya untuk mendapatkan penjelasan mengenai:

field of study
latar belakang pendidikan maupun pekerjaan
persiapan apa saja yang anda telah lakukan dalam rangka melanjutkan studi ke US
apakah anda sudah melakukan korespondensi dengan professor di US
apa yang anda lakukan jika sudah di US
apa yang akan anda lakukan setelah pulang ke Indonesia
prediksi maanfaat apa bagi masyarakat

Jawablah setiap pertanyaan dengan singkat namun jelas, jangan terlalu panjang dan menggurui. Bila menggunakan istilah teknis (yang hanya dimengerti oleh komunitas profesi anda) berikan pula artinya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Usahakan pula setiap jawaban disertai contoh.

Terkadang muncul pertanyaan yang sifatnya pribadi, jangan terpancing untuk “curhat”. Jawablah secara memadai.

September 13, 2011

Top 10 Tips for TOEFL Test

The TOEFL Test, is the most widely accepted English-language assessment used at more than 7,300 institutions in 130 countries including the U.K., U.S. and Canada. The test is divided into four sections – Reading, Writing, Listening and Speaking.
Here are some pointers and resources to help you get on your way to score well for the test.
1.Find something interesting to read and listen to, then practice speaking and writing about it.

Listen to Podcasts, recorded lectures – check the website of your favorite University. Go to news websites such as Ndtv.com, ibnlive.com, timesofindia.com. Read up on your favorite subjects on popular websites such as wikipedia.org. Tell a friend or family member about what you learned.
2.Work with a speaking partner, preferably with a native speaker of English or try an online video chat! The more opportunity you have to speak the language, the more familiar you will become.
3.Take on the role of a great journalist: Take good notes and use them to make summaries.
4.Make vocabulary flash cards and pretend you are a contestant on a vocabulary quiz show. Carry the flash cards with you often. They are a great way to make a bus ride go by quickly.
5.Visit TOEFL-TV on YouTube. www.youtube.com/TOEFLtv for great resources and tips from English language instructors and students that have taken the TOEFL test.
6. Reading Tips
Practice summarizing and paraphrasing texts. Use charts and outlines to organize the ideas in a text.  Practice speed reading techniques. Practice reading (and answering questions) on a computer screen. Expand your vocabulary with daily-use vocabulary cards.
7. Listening Tips
i. Listen for basic information – did you comprehend the main idea, major points and important details?
ii. Listen for “pragmatic” understanding – Can you recognize a speaker’s attitude? What is the purpose of the speech? What is their role? Are they an authority or are they a passive part of the conversation?
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.
8. Speaking Tips
Read aloud a short article from a newspaper, campus newspaper, magazine, textbook, or the Internet. Write down 2 – 3 questions about the article.
With a speaking partner – Answer the questions. Outline the main points of the article. Give a one-minute oral summary of the article. Express your opinion about it. If there is a problem discussed, give the solution.
  • Speaking Tips – Pronunciation
  • Speak in s-l-o-w motion. You could imitate American or British intonation and rhythm patterns. You could also work on problematic sounds, such as:
[ t ] and [ d ] – uncurl your tongue
[ p ], [ t ], and [ k ] – add some air!
[ p ] and [ b] – close your lips
[ f ] and [ v ] – lower lip to teeth
  • Find an accent reduction coach
  • Your pronunciation doesn’t have to be perfect, but native speakers should be able to understand you.
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.
9. Writing Tips
Find a writing buddy who can give you feedback. Read an article and find listening material on the same topic. Write a summary of each. Explain the ways they are similar and the ways they are different.
10. Combine all your skills!
Find listening and reading materials on the same topic from the library or Internet (e.g., news websites such as ndtv.com). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute oral summary of each.
Explain how the two relate in a short written response (150 – 225 words). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute speech about the same.
Use free resources: www.TOEFLGoAnywhere.org, download TOEFL iBT Tipswatch video clips highlighting study practices, download sample questions, join communities on SMS GupShup for free updates.
(This TOEFL article was submitted by Archana Kori from the the-practice.net. )

August 16, 2011

Pre Test TOEFL Score Sekolah Demokrasi North Aceh 2011

The following data is PBT Pres Test TOEFL Score of the learners at Sekolah Demokrasi Aceh Utara 2011.
The Test was conducted on Sunday August 14, 2011.
Please Click Here to download the document.




August 03, 2011

Hadapi Tes TOEFL Perlu Taktik dan Strategi


JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi tes TOEFL (Test of English as a Foreign Language) tidak semata hanya belajar listening, writing, speaking, grammar, dan sebagainya secara berlebihan. Taktik dan strategi menjawab semua pertanyaan dalam tes itu juga sangat dibutuhkan untuk memperoleh skor memuaskan.
"Untuk itu harus dipersiapkan jauh-jauh hari, khususnya bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri," ujar Presiden Direktur Edupac Hengki Mardjuki saat ditemui Kompas.com di lembaga kursus Direct English, Sudirman, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

Dengan waktu dan perencanaan studi yang teratur menghadapi tes ini, ujar Hengki, persiapan tes (test preparation) yang dibutuhkan itu bisa tercapai dengan baik tanpa harus terburu-buru. Pun, kata dia, kondisi tes persiapan itu harus dibuat benar-benar sama persis dengan tes yang sesungguhnya.
"Online" iBT
Bentuk persiapan tes dan tes TOEFL yang sesungguhnya harus ditampilkan dalam bentuk lebih kurang sama. Sampai akhirnya, Hengki mengatakan, siswa mengerti bahwa antara persiapan tes dan tes itu sendiri seperti tidak ada bedanya.
"Untuk itu, kami di sini menjadi satu-satunya yang memberikan praktik tes persiapan yang langsung menggunakan sistem online standar iBT," kata Hengki.
Tak ubahnya dengan PBT (Computer Based Test) TOEFL, iBT (internet Based Test) juga menggunakan media komputer. Hanya saja, sistem tes pada iBT memakai saluran internet. "Sehingga peserta tes bisa langsung berlatih secara online dan menjawab soal-soal tes pun dengan cara online seperti kondisi sesungguhnya yang akan dihadapi, sehingga akan terbiasa," ujar Hengki.
Hengki menuturkan, iBT TOEFL atau dikenal dengan next generation TOEFL merupakan bentuk tes terbaru yang dikeluarkan oleh Educational Testing Service (ETS) yang bermarkas di New Jersey, Amerika Serikat (AS).
"Inti materinya sama, karena memang tes yang akan diujikan adalah reading, listening, speaking serta writing. Di sini pemakaian structure tidak dihilangkan, melainkan dilebur dalam empat kesatuan materi tes yang akan diujikan itu," ujarnya.
Sistem ini, lanjut Hengki, diperkenalkan sejak 2005 atau seiring dengan kehadiran Direct English di Indonesia sebagai sebuah standar tes internasional.

latief
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/11/17495671/Hadapi.Tes.TOEFL.Perlu.Taktik.dan.Strategi

Trik Cerdik Sebelum Tes IBT TOEFL

 
KOMPAS.com - Internet Based-Test TOEFL (IBT TOEFL) merupakan salah satu pilihan untuk menguji kemahiran Anda dalam berbahasa Inggris. Untuk menjalani tesnya, biaya yang Anda keluarkan juga tak sedikit. Nah, sebelum membayar mahal untuk tes tersebut, trik di bawah ini mungkin bisa Anda ikuti. Tujuannya, agar tes yang Anda jalani mendapatkan hasil yang memuaskan. Apa saja?

 Langkah 1: Pelajari tes IBT TOEFL secara gratis
Ada beberapa situs web yang menyediakan bagi siapa saja untuk mempelajari IBT TOEFL secara gratis. Diantaranya, www.ets.org. Selain itu, siapa saja bisa bergabung latihan di sebuah komunitas TOEFL online yang banyak tersedia. Anda bisa melakukan browsing untuk menemukan berbagai komunitas itu.  

Langkah 2: Ambil ujian praktik online

• Cari situs web yang menyediakan latihan online IBT TOEFL. • Biasanya tes praktik dapat digunakan satu kali saja. Ketika anggota mengambil tes latihan, mereka menerima instan skor dan umpan balik tentang tahapan tes seperti membaca, mendengarkan, dan menulis. • Anggota memiliki pilihan untuk mengambil tes latihan dikondisikan waktu atau sebaliknya. Penting untuk memilih yang dibatasi dengan waktu. Sehingga Anda bisa beradaptasi dengan laju waktu. • Anda juga diwajibkan menggunakan headphone, agar suara pembicara dapat didengar secara jelas. • Ketika sudah menyelesaikan setiap soal, maka peserta akan mendapatkan skor dan kinerja mereka. Untuk skor IBT TOEFL akan terlihat berbeda dengan TOEFL yang lain.  

Langkah 3: Praktik lebih lanjut kelemahan Anda

Gunakan skor latihan tadi untuk mengetahui dimana kelemahan Anda. Jika Anda kurang di soal mendengar, cobalah untuk berlatih mendengarkan film atau televisi yang berbahasa Inggris untuk mempelajari intonasi. Jadi, pelajari kelemahan untuk mendapatkan kemenangan.  

Langkah 4: Gunakan strategi yang paling baik

- Hati-hati mengikuti petunjuk di setiap bagian untuk menghindari membuang-buang waktu.
- Klik bantuan untuk melihat kembali ketika bantuan benar-benar dibutuhkan. Karena waktu ujian tidak akan pernah berhenti karena Anda menggunakan bantuan.
- Jangan panik. Konsentrasilah pada pertanyaan saat ini saja dan jangan mencoba berpikir tentang menjawab pertanyaan yang lain.
- Hindari menghabiskan waktu terlalu banyak pada satu pertanyaan. Jika Anda telah membaca beberapa pertanyaan dan belum menemukan jawabannya, segera hilangkan jawaban  yang Anda anggap tidak mungkin. Dan kemudian pilih jawaban terbaik menurut Anda.
- Pilih menu ‘’View’’ jika Anda ingin melihat hasil Anda pada tes membaca (Reading). Namun, hal ini lebih baik dilakukan setelah Anda selesai menjawab seluruh pertanyaan.
- Percepatkanlah diri Anda, sehingga Anda mempunyai banyak waktu untuk menjawab pertanyaan dan tidak terburu-buru di akhir sesi. Selalu waspada dengan batas waktu di setiap sesi pertanyaan.  
- Jika Anda mau, Anda bisa menyembunyikan tampilan waktu. Hal ini membuat Anda mengetahui sejauh mana perkembangan Anda dalam menyelesaikan soal. Tetapi, alarm akan selalu berbunyi setiap lima menit sekali pada sesi membaca dan mendengar.

Sumber                 : Berbagai Sumber
Sumber Sekunder : http://edukasi.kompas.com

A-Z Tes TOEFL Berbasis Internet

 
KOMPAS.com - Perkembangan teknologi mendorong adanya perubahan di segala lini. Tak terkecuali dengan mekanisme tes kemampuan bahasa Inggris. Jika Anda memiliki rencana untuk studi ke luar negeri, di negara yang menggunakan pengantar pembelajaran dengan bahasa Inggris, model tes TOEFL yang satu ini perlu diketahui: Internet Based-Test TOEFL (IBT TOEFL).
IBT TOEFL mengukur kemampuan Anda untuk menggunakan dan mengerti bahasa Inggris di tingkat universitas. Adapun, ujiannya terdiri dari Listening (menyimak/mendengarkan), Reading (membaca), Speaking (berbicara), dan Writing (menulis). Komponen struktur dari format sebelumnya, saat ini sudah dihilangkan dan diganti dengan komponen Speaking (berbicara).

Penggantian ini tentunya akan menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia yang selama ini lebih terbiasa menggunakan Bahasa Inggris secara pasif untuk berkomunikasi. IBT TOEFL berbeda dengan Institutional Testing Program TOEFL (ITP TOEFL). IBT TOEFL tesnya menggunakan internet. Pendaftaran serta pembayaran pun menggunakan sistem online. Karena IBT TOEFL tergolong mahal, jangan pernah sia-siakan untuk mengikuti TOEFL jenis ini.  

Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi IBT TOEFL:   

Tes Membaca (Reading)

1. Sering-seringlah berlatih dengan membaca artikel dengan teks berbahasa Inggris.
2. Daripada membaca seluruh kata dan kalimat, belajarlah untuk mencari kata-kata penting (scanning dan skimming) untuk mencari tahu poin utama.
3. Pilih beberapa kata asing dalam bagian poin utama dan tebak maknanya.
4. Pilih semua kata ganti (him, her, they, them, dan lain-lain) dalam satu bagian untuk mengidentifikasi  kata benda yang mirip dengan kata ganti tersebut.
5. Identifikasi jenis soal, seperti sebab akibat, membandingkan dan komparasi, pengklasifikasian dan lain-lain.

Tes Mendengarkan (Listening)
1. Sering dengarkan siaran televisi atau radio untuk memperhatikan bagaimana pola intonasi ketika menyampaikan makna.
2. Ketika tes mendengarkan, perhatikan apa yang diperdengarkan oleh pembicara. Apakah nada atau intonasi ingin menyampaikan atau memberitahu sesuatu? Apakah tingkat intonasi menggunakan bahasa formal atau santai? Apakah suara pembicara tenang atau emosional?
3. Pikirkan apa yang pembicara harapkan. Apakah ia mau meminta maaf, mengeluh, membuat saran, marah atau lainnya.  

Tes Berbicara (Speaking)

1. Berlatih dengan menggunakan buku yang mencakup pertanyaan tentang IBT TOEFL dari awal hingga akhir.
2. Berlatihlah dengan membaca sebuah artikel pendek lalu buatlah outline yang hanya mencakup poin-poin utama dari artikel
3. Ketika tes, jika mendengarkan soal mengenai suatu masalah berikanlah saran untuk masalah tersebut.
4. Kenali sikap pembicara melalui intonasi atau penekanan dan kata pilihan. Hal ini memudahkan anda memahami sudut pandang si pembicara dan mudah untuk memberikan tanggapan.  

Tes Menulis (Writing)
1. Sebelum ujian, usahakan mempraktekan satu topik esai. Pastikan menghabiskan 30 menit untuk menuliskannya dan juga merevisi esai tersebut.
2. Ketika ujian, identifikasi satu ide utama dan beberapa poin utama untuk mendukung gagasan tersebut.
3. Mengembangkan esai dengan menggunakan penjelasan yang tepat dan detail.
4. Tingkatkan kosakata Anda dan belajar untuk menggunakannya secara tepat. Pelajari struktur gramatikal, konvensi ejaan, tanda baca dan tata letak.
5. Usahakan tulisan Anda terorganisir, menampilkan suatu kesatuan pemikiran dan koheren.
6. Gunakan kata-kata sinyal seperti “on one hand” atau “in conclusion” untuk membuat struktur yang jelas dalam respon yang Anda berikan.  

Nah, yang terpenting adalah terus berusaha dan jangan menyerah jika nilai Anda masih rendah. Selamat mencoba!

Sumber: http://edukasi.kompas.com

 
Web developed by Eka.aSOKA.web.id | Domain Host by aSOKAhost.com
Follow @MuehammadAdam