Showing posts with label mc-adam on media-news. Show all posts
Showing posts with label mc-adam on media-news. Show all posts

July 22, 2012

[Episode 24_Note for MEP Australia] Merakyatnya DPR Australia

Written in:
Forrest Inn Hotel and Apartment, Canberra
19 June 2012 // 21.30 Canberra Time

Pengantar:
Catatan dibawah ini adalah tulisan yang saya kirimkan ke Media Cetak, Serambi Indonesia dan dimuat pada edisi 24 Juni 2012. Serambi Indonesia (Group Tribun) memberikan ruang kepada warga untuk menuliskan berita-berita menarik apa saja dalam rubrik Citizen Reporter. Silakan klik HERE untuk membaca di website Serambi Indonesia.


Photo ini dibadikan oleh Lusi pada tanggal 19 Juni 2012 di Parliament House Australia.

Saya beserta rombongan Pertukaran Tokoh Muda Muslim Indonesia-Australia (MEP) mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Parliamentary House (PH) Australia pada tanggal 19 Juni 2012. Parliamentary House adalah DPRnya Pemerintah Federal Australia yang berlokasi di pusat Canberra. Canberra sendiri adalah”kota buatan” pemerintah Australia sebagai ibukota Negara pada saat Melbourne dan Sydney bersiteru untuk menjadi ibukota.  Kami disambut oleh salah satu pemandu khusus parlemen. Kami dibawa keliling dan diperkenalkan seluruh bagian parlemen beserta orang-orang penting dalam pemerintahan Australia.

Ada banyak hal yang menarik bagi saya mulai dari sisi bangunannya yang sangat filosofis dan artistic, kegunaannya, sampai dengan anggota parlemennya sendiri. PH dibangun diatas tanah seluas 32 hektar pada masa Ratu Elizabeth II yang kemudian juga meresmikannya pada tanggal 9 Mei 1988. Bagunan yang sangat artistic tersebut adalah hasil rancangan Romaldo Giurgola of Mitchell dan Giurgola & Thorp Architect.

Dilihat dari lokasi bangunannya, PH berada di tempat yang sangat strategis. kalau kita keliling kota Canberra dari sisi apapun tetap Nampak bangunan PH ditengah. Lokasinya memang berada ditaran agak tinggi, tampaknya memang menjadi symbol kota Canberra sendiri, dan Australia pada umumnya. Persis seperti Mesjid Baiturrahman yang menjadi symbol Kota Banda Aceh, dan Masyarakat Aceh pada umumnya serta menjadi symbol Islam di Aceh.


Group Picture dengan Masnun Tahir (4 kiri) setelah selesai seminar di Australia National University, Canberra.
Photo diabadikan Mas Aan pada tanggal 20 Juni 2012.


Parliamentary House dikelilingi oleh kantor-kantor pemerintahan Australia dan Kedutaan, termasuk keduataan Indonesia. Kebetulan juga sempat menghadiri pertemuan dengan pihak kedutaan yang disambut oleh Wakil Duta Besar Indonesia untuk Australia.

Masih dari sisi bangunannya, PH berada persis ditengah-tengan kota Canberra. Karena Canberra sendiri memiliki dataran tinggi dengan bukit-bukit disekelilingnya, jadi bangunan PH lebih rendah dari dataran-dataran tersebut sehingga masyarakatnya dapat melihat gedung PH dari ketinggian. Menurut keterangan petugas yang memandu kami, hal tersebut sengaja dirancang seperti itu. Pesan yang ingin disampaikan bahwa rakyat itu lebih tinggi dari pemerintah. Pemerintah harus memprioritaskan rakyat untuk melayani mereka sebaik mungkin. Bukan malah diminta untuk melayani atau dihargai karena mereka pemerintah.

Karena bangunannya yang sangat artistis dan mewah, banyak pengunjung yang datang setiap hari ke PH. Pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam negeri Australia, tetapi juga dari luar negeri. Tidak hanya itu, Saya melihat banyak pengunjung adalah pelajar SMP dan SMA. Mungkin saja mereka sedang belajar tentang ilmu sosial atau sejarah Australia, kemudia mengunjungi gedung parlemen langsung.

Menariknya bagi saya adalah PH menjadi sangat akrab dengan rakyat. Mereka tidak takut untuk masuk kedalam gedung parlemen, karena itu adalah gedung perwakilan mereka. Bahkan gedung parlemen juga menjadi salah satu situs wisata bagi turis-turis domestic dan international. Pelayananya sangat ramah dan bagus. Hebatnya lagi mereka mempersiapkan petugas-petugas yang siap melayani setiap pengunjung dengan ramah dan setia untuk berkeliling seluruh area gedung.


Photo di Parliament House tanggal 19 Juni 2012.
Ada hal lain yang lebih menarik dari DPR Australia yaitu mereka tidak bekerja di gedung parlemen. Mereka bekerja di daerahnya masing-masing. Saat ini, ada 150 anggota DPR dan 76 senator yang mewakili dari setiap Negara bagia Australia. Setiap anggota perlemen dan senat mempunyai kantor di daerah mereka masing-masing. Karenanya anggota parlemen sangat dekat dengan rakyat yang sudah memilih mereka. Masyarakat dapat langsung menyampaikan aspirasi, pendapat, atau masalah-masalah yang terjadi di kawasan pemilihannya. Anggota senat dan DPR hanya bertemu pada waktu-waktu tertentu saja di Parlementary House untuk memusyrawarahkan permasalahan yang terjadi, membuat kebijakan, atau kepentingan-kepentingan lainnya.

Inilah pelajaran penting bagi saya dan anda mungkin. Idealnya pemerintah itu ya merakyat dan melayani, bukan malah meminta untuk dilayani. Kondisi seperti sangat paradok mungkin dengan pemerintah kita yang kebanyakan diantara mereka beragama Islam. Padahal Islam mengajarkan sikap tawadu’, membantu sesame, memimpin dengan adil, dan sebaginya. Namun sayangnya nilai-nilai itu justru dipraktekkan di Negara yang idiologinya tidak Islam.

Semoga Bermanfaat!


Group Picture di depan Parliament House 19 Juni 2012.



May 03, 2012

Situs-Situs Penting Indonesia dan Non-Indonesia

Murid yang dipersenjatai dengan informasi
Akan selalu memenangkan pertempuran
(Meladee McCarty)

Dibawah ini adalah Situs-Situs Penting Indonesia dan Non-Indonesia, seperti Kementerian, Organisasi Dunia, Kedutaan Besar, dan sejenisnya. Karena supaya lebih teratur, sengaja saya tulis di halaman. Sedangkan di Halaman "LINK" sudah kebanyakan, kelihataanyannya amburadur.

Sengaja Saya listkan di sini, supaya lebih mudah dijangkau. Era globalisasi seperti ini seharusnya, terutama pemerintah memang harus membuka "ruang" yang lebih besar untuk masyarakat berinteraksi dengan mereka.

Meskipun sebagian situs-situs pemerintah out of date, dan tidak mempublish semua informasi-informasi secara transparan, mungkin saja dengan saya liskan situs-situs ini akan bermanfaat buat anda!. Semoga.
~ Adam 2012
 ***  
Pemerintah Indonesia

  1. Portal Nasional
    http://www.indonesia.go.id
  2. Presiden 
    http://www.presidenri.go.id
  3. Wakil Presiden
    http://www.wapresri.go.id
  4. Sekretaris Negara
    http://www.setneg.go.id
  5. Sekretariat Kabinet
    http://www.setkab.go.id
  6. Dewan Pertimbangan Presiden
    http://www.wantimpres.go.id
     
  7. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
    http://www.kemdikbud.go.id

  8.  Kementerian.....tunggu updatenya!

    Situs Non-Indonesia


    1. ASEAN
      http://www.asean.org/
    2. The Colombo Plan
      http://www.colombo-plan.org/

April 02, 2012

Alumni Tiga Negara Bagikan Kiat Kuliah ke Luar Negeri

Dibawah ini adalah publikasi tentang Seminar Plus Institute "Dream to Study Abroad" Kedua di Harian Serambi Indonesia. Seminar ini diakan Plus Insitute pada tanggal 1 April 2012 di Aula Wakilota Lhokseumawe-Aceh. 

LHOKSEUMAWE - Tiga alumni universitas di Amerika, Jerman, dan Australia, akan membagikan kiat dan tips kuliah dengan beasiswa ke luar negeri, dalam  seminar “bermimpi belajar keluar negeri” yang diadakan Plus Institute di aula Wali Kota Lhokseumawe, Minggu (1/4). Ketiga alumni luar negeri itu adalah, Teuku Azhari Zakaria (University of Arkansas, Amerika Serikat), Zahra Fonna (University of Technology Dresden, Jerman), dan Fauzan (Macquarie University, Australia).

Direktur Plus Institute Muhammad Adam melalui siaran persnya, Sabtu (31/3) menyebutkan, seminar ini bertujuan memberikan informasi tentang sistem pendidikan dan kemudahan belajar ke luar negeri. Juga memberikan akses informasi tentang beasiswa dan rahasia mendapatkannya. “Kurangnya akses informasi terutama untuk beasiswa keluar negeri serta cara mendapatkannya, sehingga menyebabkan mahasiswa yang ada di Aceh tidak mampu berkompetisi,” kata dia.(c37)

February 19, 2012

Aktivis HMI Aceh Utara Juara Tulis Artikel

Muhammad Adam mewakili Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara, berhasil meraih juara dua Lomba  Menulis Artikel se-Indonesia yang diadakan Pengurus Besar HMI (PB-HMI) Jakarta Pusat, 11 Januari-20 Februari 2012. Pengumuman pemenang tersebut diumumkan Kamis (16/2) malam di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa Jakarta Pusat.

“Saya kemarin mendapat pengumuman dari pengurus PB HMI, mereka menelpon saya mengabarkan bahwa saya mendapat juara dua dalam perlombaan tersebut. Tiga artikel yang telah saya kirim itu yang pernah di muat di harian Serambi Indonesia,” kata Muhammad Adam kepada Serambi, kemarin.

Koordinator kegiatan, Fitriani meyebutkan perlomban menulis artikel itu digelar dalam rangka Dies Natalis Ke-65 PB HMI. Selain itu juga digelar lomba debat ilmiah dan pameran photo. “Juara pertama lomba tulis artikel diraih Setyo Pramuji, sedangkan juara tiga diraih Dirga Maulana dari HMI Cabang Ciputat,” katanya.(c37)

Sumber: Serambi Indonesia

January 30, 2012

English by Nature di Media Cetak Serambi Indonesia

Siswa Belajar Bahasa Inggris Metode Outbond
Peserta outbound beriteraksi menggunakan bahasa Inggris di halaman Sukma Panggoi Lhokseumawe, Minggu (29/1).SERAMBI/JAFARUDDIN
LHOKSEUMAWE – Sebanyak 20 peserta yang terdiri siswa, mahasiswa, dan masyarakat dari Aceh Utara dan Lhokseumawe, Minggu (29/1) mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dengan metode outbond (di alam terbuka-red) di Lapangan Sukma Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Kegiatan tersebut diadakan Lembaga Plus Institute Lhokseumawe.

“Kami melihat metode outbond sangat efektif untuk mengajarkan bahasa inggris, karena peserta dapat berinteraksi langsung dengan menggunakan bahasa Inggris tanpa harus memikirkan benar atau salah dan tak membosankan,” kata Instruktur Plus Institute, Muhammad Adam dalam siaran pers yang diterima Serambi, kemarin.

Dikatakan, kegiatan itu dilaksanakan setiap akhir pekan dan pada hari libur, sehingga siswa dan mahasiswa dapat mengikutinya dengan maksimal.(c37)


Sumber: Harian Serambi Indonesia

January 24, 2012

Usman-Adam Pimpin Komunitas Demokrasi Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Pasangan Muhammad Usman dan Muhammad Adam terpilih sebagai Koordinator dan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Badan Pelaksana Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU) periode 2012-2014. Kepastian itu diperoleh, setelah Usman dan Adam  meraih suara terbanyak dalam Rapat Umum Anggota (RUA), KDAU ke-I, Senin (23/1/2012) sore.

Usman–Adam yang mengantongi 18 suara berhasil unggul atas pasangan Amru Alba Abqa- Fauzan Saputra yang mengantongi lima suara. Setelah terpilih, pasangan usman dan Adam langsung ditetapkan sebagai Koordinator dan Sekjend KDAU Periode 2011-2014 oleh pimpinan sidang Jafaruddin, Nurhaslita Sari dan Faisal.

Saat mulai pemilihan nama-nama yang diusulkan adalah Jafriadi, Nurhaslita Sari, Syifa, Fauzan Saputra, Muhammad Usman, Muhammad Adam. Namun, calon lain yang diusul itu mengundurkan diri. Dari 34 anggota yang memberikan suara secara langsung 18 orang, selebihnya melalui pesan singkat (SMS). Pada pemilihan Badan Pengurus KDAU, terpilih sebagai sebagai Ketua Amru Alba Abqa, Sekretaris Fauzan Saputra.(c37)

Sumber: Serambi Indonesia

September 14, 2011

Peraih Beasiswa LN Ingin Jadi Konsultan Bahasa

MUHAMMAD Adam (kanan) menerima sertifikat dari Program Director OPIE-Ohio University Dr Gerry Krzic PhD. FOTO/IST
MUHAMMAD Adam kini sibuk mempersiapkan konsep untuk mendirikan lembaga Kolsultan bahasa dan English Community. Adam adalah seorang mahasiswa berprestasi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Selama kuliah, Adam telah banyak meraih prestasi dari sejumlah perlombaan yang pernah diikutinya di tingkat lokal dan nasional.

Adam adalah dua dari mahasiswa di Aceh yang menerima beasiswa untuk belajar ke English Language Study Program (IELSP) Universitas Ohio, Amerika Serikat pada Tahun 2010 selama dua bulan lebih. “Pelamar beasiswa itu sebanyak 2.800 orang, tapi Alhamdulillah saya berhasil  meraih beasiswa itu,” katanya.

Adam mulai serius menekuni bahasa Inggris sejak di SMP. Saat kuliah di STAIN Malikussaleh, ia memilih Tarbiyah Bahasa Inggris. Selama kuliah, anak sulung dari lima bersaudara itu juga dipercayakan mewakili kampusnya mengikuti lomba tingkat daerah dan nasional.

Adam juga mengajar di Lembaga kursus Arizona Institute Lhokseumawe dan Dayah Terpadu Ruhul Islam Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Tahun 2007, Adam juga mulai menjadi staf investigasi lembaga Pos Bantuan Hukum dan Pengaduan Pelanggaran Hak Azasi Manusia Aceh Utara (PB-HAM). “Ini pengalaman yang cukup menarik bagi saya, karena saat itu sedang masa transisi konflik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan RI,” katanya.

Adam uga bergabung mitra Save the Children dalam Program Family Based Care (FBC) selama dua tahun. Sedangkan di organisasi internal kampus, Adam juga pernah menjadi ketua Departemen Pendidikan BEM STAIN. Pria kelahiran Baktya itu juga aktif menulis artikel di Serambi Indonesia dan media lokal lain. “Target saya kuliah ke luar negeri dan ingin mendirikan lembaga konsultan bahasa,” katanya.  * jafaruddin

The News was published on mass media Serambi Indonesia on Wednesday September 14, 2011.
Source : Serambi Indonesia

August 18, 2011

Mencetak Dai yang Ahli Bahasa Asing


Santri Dayah Terpadu Ruhul Islam, Tanah Luas, Aceh Utara sedang praktik di ruang laboratorium IPA dayah tersebut.
SUASANA sepi terlihat saat Serambi mengunjungi Dayah Terpadu Nurul Islam di Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Tak ada petugas di pos penjagaan dayah itu. Hanya seorang santri laki-laki sedang menyapu halaman dayah. Sebagian besar santri sedang libur. Hanya sebagian kecil yang bertahan di dayah.

Dayah itu didirikan 26 Oktober 1988 oleh Drs Tgk H Amri Ahmad. Saat itu, dunia pendidikan di kecamatan itu belum memadai. Karena semua fasilitas pendidikan terkonsentrasi di Kota Lhokseumawe. Konsepnya, pendidikan terpadu yaitu menggabungkan kurikulum dayah salafi dan modern. Tujuannya, agar santri yang lulus dari dayah itu menjadi kader dakwah (dai) dan fasih berbahasa asing.

“Kami ingin lulusan dayah ini bisa menjadi pendakwah yang cerdas, menguasai bahasa asing baik Arab dan Inggris guna menyampaikan ajaran Islam ke seluruh pelosok negeri,” ujar Ketua Pengembangan Lembaga Bahasa Asing Ruhul Islam, Muhammad Adam SPd, didampingi pengasuh asrama dayah itu, Tgk Mahdi Idris, kemarin.

Untuk mencapai target tersebut, menurutnya, fasilitas dayah pun dilengkapi. Sekarang, dayah itu memiliki laboratorium bahasa Arab, bahasa Inggris, komputer, laboratorium IPA, perpustakaan, dan kerajinan menjahit. Santri yang kini berjumlah 362 orang diasuh 46 guru yang umumnya alumnus Kulliyatul Mu’allimin Al Islamiyah (KMI) Gontor Ponorogo (Jawa Timur), Unsyiah, IAIN Ar-Raniry, dan sejumlah dayah salafi di Aceh.

Seluruh santri diwajibkan berbahasa Inggris dan Arab pada pagi hingga siang hari saat santri menimba ilmu di bangku SMP dan SMA di dayah itu. Setelah zuhur, mereka diwajibkan belajar bahasa asing. “Usai magrib sampai tengah malam, mereka belajar kitab kuning,” ujarnya. Ditambahkan, dayah itu terus berbenah dalam upaya mencetak pendakwah (dai) yang ahli bahasa asing.  * masriadi sambo
Selasa, 16 Agustus 2011
Please read the News on Mass Media, Serambi Indonesia

Kelas Bahasa Inggris Primadona Santri

180811foto.8_.jpg
Santri Ruhul Islam, Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, memperlihatkan buku kumpulan puisi karya mereka

|

UNTUK memicu kreativitas santri, Dayah Ruhul Islam, Desa Rayeuk Kuta, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara mengadakan aneka kegiatan ekstrakurikuler (eskul). Ada enam bidang ekstrakurikuler yang kini dikembangkan yaitu kelas bahasa Inggris, bahasa Arab, menulis, sanggar tari, kaligrafi, dan tim olahraga. Namun, sejauh ini kelas bahasa Inggris menjadi primadona para santri.

Seluruh santri bergabung di kelas bahasa Inggris. “Sedangkan di kelas lain, tidak semua santri bergabung. Bahasa Inggris menjadi primadona santri,” sebut Ketua Pengembangan Lembaga Bahasa Asing (PLBA) dayah tersebut, Muhammad Adam SPd, kemarin.

Prestasi kelas bahasa Inggris ini pun lumayan bagus. Santri dari kelas bahasa Inggris ini menjadi juara satu lomba bahasa Inggris tingkat Aceh Utara selama dua tahun berturut-turut yaitu 2005 dan 2006, juara dua lomba bahasa Inggris se-Aceh pada tahun yang sama, dan tahun 2007 sampai kini dayah itu rutin menjadi juara dua dalam lomba bahasa Inggris tingkat Aceh Utara.

Untuk kelas menulis, kelompok ini telah menerbitkan kumpulan puisi secara indie dengan judul “Munajat Untukmu”. Buku ini, kini beredar di sejumlah toko buku di Aceh Utara. Sedangkan bidang bidang lain, lanjut Adam, tim ini selalu meraih juara tingkat Kecamatan Tanah Luas. “Ekstrakurikuler ini berfungsi juga untuk menyalurkan hobi santri agar mereka jangan jenuh belajar di sekolah dan membaca kitab,” ujar Adam.

Ditambahkan, masing-masing kelompok ekstrakurikuler diasuh oleh satu guru pengasuh. “Kami harap, ke depan, para santri semakin berprestasi,” pungkas Adam.  * masriadi sambo
 
Kamis, 18 Agustus 2011
Please Read the News on Serambi Indonesia

 
Web developed by Eka.aSOKA.web.id | Domain Host by aSOKAhost.com
Follow @MuehammadAdam