January 17, 2012

Sekolah Demokrasi In Memory

Kita mungkin saja membuat kesalahan.
Tapi kita bukan orang yang gagal jika kita tidak menyalahkan orang lain
(Unknown Author).
Masih sangat segar terekam diingata Saya masa-masa kita out bond  30 Januari 2011 lalu sebagai aktifitas warming up kita setelah launching di Sekolah Demokrasi Aceh Utara tahun 2011...kita saling bahu membahu untuk menaikkan bendera setinggi-tingginya, kita saling membantu untuk membuat tali sepanjang-panjangnya.  ada yang lepasi tali sepatu, ada kasih tali pinggang, ada lelaki yang rela buka baju luarnya, bahkan ada cewek yang mau robek mansetnya. saling berbaur, berjuang, dan berkorban hanya untuk satu tujuan yaitu menyambung tali sepanjang mungkin. Wah masih sangat jelas moment itu, seolah baru kemarin pagi kita melewatinya. Keindahan  Kebersamaan itu sangat indah untuk dikenang.

Namun sekarang sudah genap satu tahun kita bersama,  1 tahun; belajar di dalam ruangan kelas, ikut talkshow, ikut ujian,  seminar, training, berdiskusi, workshop, pelatihan, dan beragam aktifitas lainnya.
Ada Bang Amru yang kalau sudah pegang microphone (pengeras suara) sering kita ganngu, ada Lita yang akhir-akhir ini sering galau, ada Jefri yang kalau ngomong  tetap anti-kapitalis,  dan kontra neolib, ada Nasrullah yang hampir setahun selalu sibuk dengan HP hebatnya sekarang sudah jadi toke BB, ada Mak Lela yang duluan keluar senyumnya sebelum ngobrol, ada Bang Faisal yang begitu santai dan santun dalam berbicara, ada Bang Osama kalau sudah "panas" harus jalan-jalan ngomongnya, ada Raisa kalau sudah ngobrol budaya pasti tidak bisa kedip mata, ada Kak Syifa yang banyak kesempatan menjadi ketua kaum hawa bahkan adam, ada Bang Salis, Bang Mustafa, Pak Yafitzam dan Bang Junaidi serta Pak Rajab yang menjadi orang tua yang sangat sabar, dan berkharisma. Ada Rahmad yang punya banyak ide kreatifitas luar biasa, ada Pak Ketua (Bang Jafar) yang slow but sure, ada Kak Safrida yang suaranya manis jelita, ada Kak Rita yang gila korea, ada Bang Fauzan yang idenya selalu luar biasa, ada Bang Jafriadi yang argumetnya sangat kritis, ada Boyhaqi yang tidak sengaja selalu bicara bercampur dengan Aceh punya bahasa ,ada Kak Kasmoini dan Bang Wardi yang semangatnya sangat membara, ada Kak Marliana yang ide-idenya begitu cemerlang, ada Arjuna, Irfan, Anas, Anwar dan Ishadi yang nampaknya bak gerhana yang sedikit berbeda dengan Abdullah seperti bulan purnama. Dan yang satu ini, tidak ada kata yang bisa saya gambarkan kesempurnaannya, ilmunya sangat melimpah ruah, idenya selalu wah, kosakatanya membuat Kelas selalu tertawa wah-wah, selalu ada rahasia dan informasi yang tersembunyi yang terkadang seluruh isi kelas membuat tercengang. Guru dan Sahabat Saya,Bang Ade Ahmad Ilyasak. Semoga kebersamaan kita selama setahun tidak membuat kita terpisah karena ada lapisan yang tidak sempurna yang perlu kita dorong untuk kita perbaiki bersama-sama. Kami sadar bahwa ada bagian yang sudah hilang, ibarat gigi sudah ompong, meskipun makannya durian, tetap saja ada yang kurang. sayur tanpa garam kata siapa ya????lupa nama penyanyinya...he...Semoga saja tidak ada dusta diantara kita. Itu nasehat yang pernah dirimu ucapkan kepadaku kawan.
Nah kalau Saya bagaimana dong???silakan isi dibagian comment...

Pembaca...
Alhamdulillah, Tiba saatnya Saya mendapatkan hasil bersama kawan-kawan lainnya. \HASIL memang idak selalu menjadi ukuran, namun setidaknya ini menjadi indakor besar kecilnya atau sungguh tidaknya Saya Mengikuti Proses. Pun Demikian, Bagi Saya pengumuman ini tidak menjadi penting kalau kebersamaan dan persatuan kita terpisah-pisah karena ada yang tidak sah disebut sebagai alumni Sekolah Demokrasi Aceh Utara tahun 2011.

Terimakasih Kepada LSM Sepakat sebagai Panyelenggara (Implementing Agency) Sekolah Demokrasi di Aceh Utara, Ada Bang Edi Fadil selaku Direktur, Ika Febriani Sebagai Karsir, Dewi Sebagai Bendahara, Mr Muksalmina alias Abu Mex sebagai Field Officer,
dan Eka Saputra yang tidak hanya menjalankan tugas sebagai admin, namun juga bersama 4 penyelenggara lainnya, melakukan berbagai gebrakan mulai dari ide sampai tahap aksi.

Selanjutnya kepada Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) Saya hantarkan terimakasih yang tidak terhingga yang sudah memprekarsai proyek sekolah demokrasi di 8 daerah seluruh Indonesia, dan memilih Aceh Utara salah satunya. Ada Bapak Ignas Kleden, Bapak Rustam, Ibu Ratih, Mbak Ulfa, dan Mbak Ria adalah beberapa dari KID yang pernah berkunjung ke Sekolah Demokrasi Aceh Utara.

Kemudian, rasa terimakasih yang tak terhitung juga Saya sampaikan kepada para narasumber , Fasilitator Training, Trainer, dan pemateri. Beberapa yang Saya Inggat, ada Bapak Fuad Mardhatillah, Bang Nazar, Bapak Husni, Bapak Garuda Nusantara, Bapak Saifuddin Bantasyam, Bapak Kemal Fasya, Bapak Yusuf Pasee, Bang Zulfikar, Bang Amriza J Prang, Bang Aryos Nevada, Bapak Taqwaddin, Kak Sri wahyuni, Bang Juanda, Bapak Rasyidin, Kak Evi Zain, Bang Taufik Abdullah, Bang Mirza, Bang Miswar, Bang Ilham, Bang Wira, Bang Abdullah Abdul Mutalleb, Bang Ridwan H Ali, Bang Arif Ramdan, Bang Mukhlisuddin Ilyas dan masih banyak abang dan bapak serta ibu lainnya yang tidak mungkin saya tuliskan satu persatu lagi. Kepada Bapak, Ibu, Abang, dan Kakak yang sudah berbagi ilmu, informasi, dan pengalaman, semoga itu semua menjadi amal buat anda dan berguna buat kami dan masyarakat. amin...

Above all, Ada 2 (dua) hamba Allah yang sangat luar biasa, sangat sabar, sangat energik, selalu penuh inspirasi, selalu memberi motivasi, kaya akan pengalaman, berjiwa besar, mandiri, tidak pernah menunjukkan emosi amarahnya didepan kami, selalu menghargai pribadi-pribadi, menjungjung tinggi perbedaan, selalu memberi semangat, dan, dan, dan, dan, dan.........mereka itu adalah Bang Zulkifli Hamid Paloh dan Bang Fadly Sy alias Fay.

 
Saya sadar bahwa mengelola 35 orang yang keragamannya sangat berbeda-beda, ada yang berjiwa pejuang, ada yang suka buat riuh suasana, ada yang over confident, ada juga yang suka memancing didalam air yang keruh, ada yang suka membuat riuh, ada yang suka keluar masuk, ada yang tidak puas kalau tidak angkat bicara, dan masih banyak perbedaan-perbedaan lainnya, dan itulah yang membuat Sekolah Demokrasi menjadi kaya. Alhamdullillah Engkau berdua sudah mampu berusaha untuk membuatnya menjadi seru, baru dan bersatu dalam perbedaan. Karenanya ada yang diomelin karena tidak  buat tugas. Ada yang ditegur karena tidak siap tulisan, ada yang diinterograsi karena tidak hadir berkali-kali, itu semua adalah usaha yang tidak mudah yang jika dibebankan diatas pundak kami.

Bagi Saya mereka berdua tidak hanya Fasilitator Sekolah Demokrasi namun juga guru, motivator, sahabat, dan kalau tidak berlebihan izinkan saya sebutkan sebagai orangtua. Dengan dukungan dan bimbingan mereka, hari ini sudah ada belasan tulisan Saya terpampang di Media. Didikan mereka, hari ini saya sudah berani bicara didepan. Dorongan Mereka, hari ini saya sudah percaya diri. Karena mereka, Adam pada Desember 2010, berbanding jauh dengan Adam Januari 2012 hari ini. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan rasa terimakasih Saya kepada 2 orang ini. Hanya harapan dan do'a semoga Allah membalas semua kebaikan mereka. Semoga Saja silaturrahmi selalu dapat kita bina,tidak bosan-bosannya membimbing Saya, meskipun Sekolah Demokrasi tidak lagi menjadi tempatnya.

Last but Not least, Saya menyadari bahwa banyak tingkah, polah, tutur kata yang keluar dengan sengaja maupun tidak, menyakiti hati kawan-kawan siswa Sekolah Demokrasi, sering membuat jengkel penyelenggara, terutama Kak Ika karena sering protes..he...atau Abu Mek yang sering kami buat kesel karena kami tidak bisa jaga kebersihan...Untuk memulai lembaran baru dengan putih, Saya mohon ma'af yang sebesar-besarnya.

Sebelum Saya mengakhiri ini, Kepada Sahabat kami Ibu Ria, Ibu Mala, Kak Dara, Bang Syahrul, Bang Susandra yang sudah duluan minta pamit dari Sekolah Demokrasi karena mungkin dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tentunya harus ada yang anda korbankan. Kami yakin bahwa besar dulunya keinginan anda untuk melanjutkan perjuangan dan kebersamaan kita yang sudah sama-sama kita mulai dahulunya. Untuk itu, kami selalu menunggu dan membuka pintu kami setiap saatnya menuggu kedatangan Ibu, Kakak dan Abang. Rasanya akan sangat sempurna sampan ini apabila dapat kita kayuh bersama-sama.

Terakhir kepada Allahlah, Saya memohon ampun, ridha dan menyerahkan semua ini. Semoga bekal dan modal yang sudah Saya dan kawan-kawan pelajari selama 1 tahun akan menjadi modal untuk  kita berkontribusi kepada masyarakat tidak hanya Aceh Utara, tapi juga Aceh, bahkan Indonesia. nantinya amin...BRAVO SEKOLAH DEMOKRASI ACEH UTARA!!!

3.03 Dini Hari 
17 Januari 2012 
Matang Kuli,



Warmly Regards,

Adam



Note:
Buat anda yang baru mendengar tentang Sekolah Demokrasi, Silakan klik disini untuk mendapatkan informasinya.


Untuk Pengumuman Kelulusan Sekolah Demokrasi Aceh Utara Angkatan 1 Tahun 2011, Silakan Klik disini.









































































4 comments:

Fadli Sy said...

Luar biasa Adam....

McAdam said...

We'll miss you sir...

Fadli Sy said...

Curahan hati Adam membuat uban saya tambah banyak. Miss you, Son. Hehehehe

McAdam said...

haaaaaaaaa...bagustu bang..tu pertanda, kami semakin melekat delam pikiran abang...heeeeeeee..

Post a Comment

 
Web developed by Eka.aSOKA.web.id | Domain Host by aSOKAhost.com
Follow @MuehammadAdam